Seluruh elemen yg ditata di area ini begitu saling menunjang dan harmonis. Suasana romantispun menebar ruangan ketika lilin-lilin bernuansa merah di atas meja mulai dinyalakan.
Untuk menuju lokasi dapur Babah, terlebih dahulu anda harus melewati beberapa area yg masing-masing memiliki nama khusus dgn tema khusus. Seluruhnya memperlihatkan pesona serta penuh fantasi.
Kedai kopi dan teh Kawisari, dgn ragam aroma dan rasa yg diracik sendiri dan aneka kue-kue babah tempo dulu dalam bentuk dan rasa yg khas.
Sirkulasi udara segar serta posisi area yg langsung ke area kebun memberikan suasana yg benar-benar relaks. Seluruh tamu seakan dibawa ke suasanan dapur zaman dulu, dapur pramuwisma atau bediende babah dgn patung dewa nenek moyang para juru masak yg dipercaya dapat memberikan berkah pada juru masak, sehingga menghasilkan makanan yg lezat serta penuh rezeki.
Hangatnya teh dan kopi Kawisari dgn aroma wangi khas dipadu dgn keragaman makanan yg juga khas, baik tradisional maupun modern dari paduan beragamdaerah/Negara seperti jawa, oriental, ataupun barat, dari koki terpilih mampu melepas seluruh kepenatan.
Penataan restoran yg apik dgn ornamen-ornamen Cina dan kaum Babah hasil koleksi sang pemilik, membuat anda serasa di beberapa abad silam. Pilih duduk di ruang terbuka saat malam hari, lampion-lampion besar yg menyala terang memberikan suasana yg romantis.
Nasi Campur Babah Sangat Digemari
Nasi campur Babah adalah salah satu menu yg paling digemari di sini. Menu ini terdiri atas nasi pandan, udang goreng kering, serundeng, sambal goreng kentang, tahu dan tempe, empal, perkedel udang, ayam bumbu rujak, peyek, sambal terasi, acar kuning dan sayur lodeh.
Pilihan menu lainnya adalah ikan goreng Moeloet Garing Boembon, yg merupakan ikan goreng yg diberi bumbu spesial dapur Babah.
Untuk pilihan minuman disarankan, memilih plasir D'Amor. Minuman ini sebenarnya merupakan lemon tea, tapi karena menggunakan brown sugar rasanya pun menjadi berbeda. Manis-manis asam, sangat segar dinikmati di hari yg panas.[-O-]