Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peristiwa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Maret 2011

Roy Suryo Mengaku Khilaf

Pangkat atau jabatan yang terhormat sering kali dipandang tidak ubahnya keris yang memiliki ‘kesaktian’. Begitu keris itu ditunjukkan, seketika itu pula orang yang melihatnya akan tertunduk, luluh tak berdaya.
Itulah mengapa banyak pejabat yang terang-terangan menenteng pangkat, jabatan, atau kedudukannya untuk keperluan lain di luar jabatannya. Mulai dari meluluhkan hati polisi lalu lintas yang mencoba menilangnya hingga meminta fasilitas untuk mendapatkan kenyamanan. Itulah pula yang mungkin ingin diterapkan anggota Komisi I DPR Roy Suryo saat bepergian menggunakan pesawat. Pada Sabtu (26/3/2011), Roy hendak bepergian menggunakan Lion Air menuju Yogyakarta. Ia memegang tiket untuk penerbangan 07.45 WIB, namun ia mencoba meminta untuk terbang lebih awal.
Keinginannya itu dikabulkan dan ia pun mendapat tempat duduk pada penerbangan pukul 06.15 WIB. Ia pun dengan santai duduk bersama istrinya di kursi yang tertera di boarding pass miliknya. Namun, ia kaget ketika datang penumpang lain yang ternyata memiliki nomor tempat duduk yang sama. Apalagi penumpang tersebut menunjukkan bahwa ia pemegang tiket untuk penerbangan 06.15.
Cek-cok mulut pun tidak bisa dihindarkan. Keduanya sama-sama yakin bahwa dialah yang paling berhak atas tempat duduk itu. Akibatnya, penumpang lain pun terpancing hingga akhirnya suasana menjadi gaduh. Pramugari dan petugas penerbangan kemudian turun tangan.
Setelah cek sana cek sini, lihat sana lihat sini, petugas dan pramugari itu menyatakan bahwa Roy salah memasuki pesawat. Roy tak berhak menduduki kursi itu dan harus meninggalkan pesawat. Petugas itu memintanya turun dengan alasan Roy telah mengganggu penerbangan.
Tentu saja, Roy tidak terima dikatakan seperti itu. Ia pun balik menggertaknya dengan mengeluarkan ‘jurus maut’, yakni jabatannya sebagai anggota DPR yang terhormat.
“Bapak tahu siapa saya sebenarnya?” kata Roy penuh percaya diri. Kontan petugas tadi kaget mendengarnya, tapi ia malah diam. Roy kembali mempertegas gertakannya, dengan mengatakan, “Tahu enggak saya ini siapa? Cek dong,” tegasnya.
Entah gentar atau memang karena bukan lawannya, petugas yang menurut Roy berpenampilan seperti Satpam itu kemudian meninggalkan Roy. Mungkin ia tahu kalau Roy adalah anggota DPR yang terhormat. Atau paling tidak ia tahu lewat media gosip bahwa ia bukan orang sembarangan, orang yang ahli menerawang apa yang ada di balik gambar atau video porno.
Namun, petugas itu tak kehabisan akal. Ia balik lagi membawa ‘lawan’ yang sebanding untuk Roy. Ia membawa petugas counter yang memberinya tempat duduk. Petugas ini rupanya sudah biasa menghadapi banyak orang dari berbagai macam kalangan. Ia tak gentar menghadapi Roy dan mengambil keputusan yang sama dengan petugas tadi, Roy harus turun dan meninggalkan pesawat itu.
Roy kini tak bisa berbuat apa-apa lagi. Senjata ampuhnya ternyata tumpul menghadapi petugas counter tadi. Apalagi, dalam posisi terdesak itu, penumpang lain ikut nimbrung mengusirnya. Roy pun kini berhadapan dengan ‘musuh’ baru, yakni penumpang lain. Ia mencoba melayani penumpang itu dengan balas menggertak, meminta mereka untuk tidak turut campur, karena ini urusannya dengan Lion Air.
Namun, penumpang pun tidak mundur dengan perkataan Roy itu dan tetap memintanya turun. Roy akhirnya luluh oleh serbuan bertubi-tubi itu. Apalagi ada penumpang yang meneriakinya, ‘goblok’. Ia pun kemudian turun dan meninggalkan pesawat itu.
Roy mengakui ia khilaf membawa-bawa jabatannya itu untuk menggertak petugas penerbangan tersebut. Tidak seharusnya ia membawa-bawa jabatan untuk menggertak orang. “ Saya akui itu, saya khilaf karena dia menyuruh saya turun, (alasannya) karena mengganggu penerbangan. Manusia tidak ada yang sempurna, pasti pernah salah. Saya minta maaf kok dan menyalami semuanya," ujarnya kepada INILAH.COM, Selasa (29/3/2011).
Kekhilafan itu boleh jadi menyadarkan dan membuka wawasan bahwa jabatan tidak selamanya bisa membuat semua orang mengikuti keinginannya. Jabatan hanya akan berfungsi di tempat bekerja. Jabatan yang terhormat sekalipun tidak bermanfaat jika digunakan bukan pada tempatnya, tidak bisa membawanya terbang, tidak pula sekadar untuk menumpang duduk.[-O-]

Rabu, 12 Januari 2011

MENCURI Bebek, Karman Tewas Dikeroyok Massa

"Pengadilan" tanpa hakim itu terjadi di Kampung Pulojaya, desa kertajaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Selasa (21/4) sekitar pukul 10.00. Menurut Alim, dia dan anaknya memergoki Karman memasukkan bebek ke dalam karung. Alim lantas meneriaki Karman sbg maling.
Diteriaki pemilik bebek, Karman kabur. Teriakan Alim dan anaknya memancing kedatangan warga kampung. Mereka lantas mengepung Karman. karman tertangkap dan tdk dpt berdalih setelah warga menemukan tiga bebek di dalam karungnya. Hidup Karman berakhir di tangan massa yg menangkapnya.
Tdk ada ampun bagi orang yg dituduh mencuri itu. Meski kedua tangannya diangkat tanda menyerah, dan minta ampun, Karman tetap dihujani pukulan warga yg geram secara bertubi-tubi. Karman pun berteriak minta ampun, tetapi teriakkannya tdk membuat warga yg geram itu berhenti memukuli Karman. Warga semakin menjadi-jadi ketika Karman mencoba lari menghindari massa.
"Saya tak tahu siapa yg ikut menangkap Karman karena saat itu banyak orang kampung," ujar Alim ketika ditemui di kantor Polsek Pebayuran kemarin siang. Sepertinya dia (Karman) juga mencuri 20 ekor bebek saya hari Minggu lalu," kata Alim menuduh. Kepala Polsek Pabayuran Ajun Komisaris Kiswan menyatakan perkara pencurian bebek dgn tersangka Karman tidak diselidiki lebih lanjut karena tersangka meninggal. Polisi kini memeriksa perkara penganiayaan yg menyebabkan Karman tewas. "Kami tetap proses karena perbuatan (penganiayaan) itu tdk dibenarkan secara hukum," kata Kiswan.
Beberapa jam sebelumnya, aksi main hakim sendiri juga terjadi di desa Karang reja, Pebayuran. Dua encuri sepeda motor nyaris tewas dianiaya massa setelah gagal melarikan diri sepeda motor Honda Supra Fit milik maksum, warga desa setempat. Warga melampiaskan kegeraman mereka dgn membakar spd motor yg digunakan kedua orang yg disangka mencuri spd motor itu. Kedua tersangka pencuri gagal itu, yakni Ardi (20) alias Dede dan Sariman (20), babak belur. Namun, nyawa mereka selamat. Keduanya kini ditahan Polsek Pebayuran.[-O-]

Jumat, 03 Desember 2010

Perceraian Akibat Fesbuk

Situs jejaring sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Di balik manfaatnya yang memudahkan komunikasi, situs jejaring sosial masih menjadi salah satu penyebab perceraian di era digital.
Berdasarkan survei American Academy of Matrimonial Lawyers, satu dari lima perceraian di Amerika Serikat disebabkan oleh jejaring sosial Facebook. Dikutip dari The Frisky, 80 persen pengacara perceraian melaporkan lonjakan jumlah kasus yang menggunakan media sosial sebagai bukti perselingkuhan pasangan.
Kebanyakan bukti yang diperlihatkan adalah foto-foto mesra yang menjadi penyebab percekcokan pasangan. Kasus lainnya, banyak pasangan yang menemukan dan berselingkuh dengan mitra mereka di masa lalu.
Situs jejaring Facebook menempati peringkat atas penyebab retaknya rumah tangga di AS dengan 66 persen digunakan sebagai sumber bukti kasus perceraian. Kemudian diikuti MySpace dengan 15 persen, Twitter 5 persen dan lainnya sebesar 14 persen. Survei tersebut juga menemukan, sebanyak 20 persen petisi perceraian di Inggris menyalahkan Facebook sebagai ajang selingkuh pasangan.
"Alasan yang paling umum adalah orang dengan mudah melakukan pembicaraan seksual dengan orang yang tidak seharusnya di jejaring sosial," kata Mark Keenan, Managing Director Divorce-Online.
Salah satu selebriti yang cerai akibat Facebook adalah bintang 'Desperate Housewives' Eva Longoria. Ia menemukan suaminya, pemain basket Tony Parker terus berhubungan dengan seorang wanita di Facebook. "Semua orang berbagi hal-hal pribadi mereka di situs jejaring sosial dan membuka hal-hal yang sifatnya sensitif ke ruang publik," Keenan menambahkan.
Konselor perkawinan Terry Real menambahkan, sebagian orang menggunakan jejaring untuk menciptakan fantasi dan melarikan diri dari hubungan yang membosankan. "Tidak ada yang lebih menggoda dengan menciptakan dunia fantasi hingga akhirnya ketagihan untuk bertemu langsung dengan orang yang Anda temui di dunia maya," katanya. Menurutnya, masalah sebenarnya bukan terletak dari jejaring sosial tetapi hilangnya cinta dan perhatian dalam pernikahan.[-O-]

Senin, 25 Oktober 2010

Indonesia Power Mrica Terima Sertifikat ISO SMT

Anak perusahaan PLN, PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UPB) Mrica, Banjarnegara, belum lama ini menerima sertifikat ISO Sistem Manajemen Terintegrasi (SMT). Sertifikat diserahkan oleh Sucofindo selaku pihak yg merekomendasikan UPB Mrica kpd Dirut PT Indonesia Power Abimanyu Suyoso, selanjutnya diserahkan kpd GM UPB Mrica, Teguh Adi Nuryanto.
Pd saat yg sama, diresmikan gedung Pusat Pengendalian Operasi PLTA UPB Mrica, yg berfungsi utk mengendalikan sekaligus mengelola seluruh PLTA dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) yg ada di wilayah kerja Mrica.
Dirut PT Indonesia Power Abimanyu Suyoso menyatakan, dgn diterimanya sertifikat ISO SMT, berarti UPB Mrica telah dapat mengimplementasikan sekaligus memadukan tiga sistem yaitu Sistem Manajemen Mutu ISO 9001, ISO 2000, Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001: 2004 dan Sistem Manajemen K3, OHSAS 18001 dan SMK3 secara terintegrasi dari seluruh kegiatan tersebut.
Namun, menurut Abimanyu, yg terpenting adalah hasil akhir dari penerapan berbagai sistem tsb, yakni bagaimana membuat perusahaan menjadi lebih efisien, mampu berkembang dan bersaing dgn perusahaan lain. Tentang Pusat Pengendali Operasi PLTA UPB Mrica, Abimanyu mengatakan, sarana tsb merupaka pengendali terpadu yg yg pertama dijajaran PT Indonesia Power (IP) sekaligus pertama di Indonesia sbg hasil rekayasa para ahli pengendali sistem di PT IP.
"Kami sbg direksi, sangat bangga dan berterima kasih kpd para ahli instrumentasi dan teknologi informasi serta komputer yg telah menciptakan sistem ini," kata Abimanyu.[-O-]

Minggu, 03 Oktober 2010

Ibu Rumah Tangga Kecopetan

Sial benar nasib Rahmawati, 30, penduduk jalan Abdul Salim Gang Keluarga Pasar I Tanjung Sari, bersama kemenakannya Siti Meisarah, 17, warga Jalan Pondok Kelapa Kampung Lalang Medan. Pasalnya, saat mereka berdua mau berbelanja di Pajak Petisah, dompet yg tersimpan di dalam tas sandangnya, Minggu (30/7) sekira pukul 16.20 WIB, raib diembat maling.

Kepada petugas Polsekta Medan Baru ketika mengadukan peristiwa yg dialaminya, Rahmawati sebelumnya sudah merasakan adanya sinyal tidak enak yg akan menimpa dirinya. Makanya, ketika kemenakannya datang mengajak utk berbelanja, Rahmawati sempat menolak. Namun karena didesak terus, akhirnya Rahmawati bersedia utk menikmati liburan di hari Minggunya sambil berbelanja di Pajak Petisah.

Sesampainya mereka di Pajak Petisah, Rahmawati memarkirkan sepeda motornya di halaman parker pajak itu. Lalu keduanya bergegas menuju tempat penjualan pakaian yg ada di lantai satu. Hanya sesuatu yg janggal dirasakan Rahmawati, mulai sejak dirinya dan kemenakannya masuk ke pajak tsb, seorang ibu rumah tangga yg diperkirakan berusia kepala empat terus saja mengikuti dan memepetnya di keramaian. Namun, dugaan Rahmawati terhadap omak-omak itu masih dijauhkannya karena dia beranggapan tdk mungkin seseorang wanita mau berbuat jahat seperti itu.

Namun, alangkah terkejutnya korban, begitu sepeninggal omak-omak itu, dirinya melihat tas tangannya, sudah dalam keadaan tdk utuh lagi. Rahmawati semakin terperanjat begitu memeriksa tasnya, dompet yg berisikan uang Rp. 350 ribu, STNK, dan ATM yg sebelumnya nangkreng di situ, hilang tak berbekas.

Kapolsekta Medan Baru, AKP Yusfhi M Nasution SSos Sik, membenarkan adanya peristiwa tsb dan laporan korban masih dalam proses pemeriksaan petugas guna mengungkap pelaku pencopetan tsb.[-O-]

Sabtu, 02 Oktober 2010

Karyawati Restoran Tewas Terbakar di Kamar Kontrakan

Siti Mahmud (19), karyawati sebuah restoran, tewas terbaar di kamar kontrakannya dalam musibah kebakaran di Kampung Petak Asam Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa (18/7) pukul 13.30.
Sebelumnya, pukul 09.00, si jago merah juga melalap puluhan rumah milik 42 keluarga di Rawa Barat, kebayoran Baru, Jaksel. Api diduga berasal dari kompor minyak milik Sutinah.
Dalam kebakaran di Penjaringan ini, selain menewaskan Siti, sebuah gudang dan sekitar 40 kamar kos yg berdinding tripleks dan beratapkan seng, termasuk kamar korban, ludes terbakar. Tarjuki (28), yg sudah empat tahun menghuni salah satu kamar kontrakan itu, menyebutkan, api di duga dari kompor.
Menurut Abdul Rahman, ketua Regu Piket Suku Dinas kebakaran Jakut, api diduga berasal dari hubungan arus pendek listrik. Namun, polisi masih menyelidiki asal api. Petugas sempat kesulitan mencapai lokasi kebakaran yg terletak di sisi rel kereta api Jakarta kota-Ancol dan kolong tol Jembatan Tiga karena jauh dari jalan raya. Api dipadamkan dua jam kemudian, sekitar pukul 15.30.
Wartani (42), kakak kandung korban, menuturkan, adiknya itu anak ketiga dari sembilan bersaudara. Sehari-hari, Siti bekerja sebagai pelayan sebuah restoran tdk jauh dari lokasi kebakaran.”Dia sdh dua tahun bekerja di sana setelah tiga bulan tinggal bersama saya“, katanya.
Jenazah korban yg hangus lalu dibawa ke RSCM utk diperiksa. Ketua RW 05 Mursidi dan saudara kandung korban ikut mengantar jenazah ke RSCM. Wartini menyebutkan, di lokasi yg terbakar itu terdapat 40 kamar kos (kontrakan) milik beberapa warga. Misalnya, Taryo memiliki empat kamar, Munir enam kamar, dan Wati 16 kamar, Syarif dan dua orang lainnya juga memiliki belasan kamar. Sedangkan gudang yg menjadi tempat penyimpanan drum, yg juga ludes, adalah milik Akiong. Sebuah warung nasi juga terbakar.[-O-]

Sabtu, 25 September 2010

Batavia Air Mendarat Darurat di Bandara Juanda

Pesawat Batavia Air nomor penerbangan 7P-346 mendarat darurat di Bandar International Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/12) pukul 07.25. Seluruh penumpang yg berjumlah 122 orang selamat.
Pesawat Boeing 737-300 bernomor registrasai PK-YTM tersebut lepas landas dari Bandara Selaparang, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, menuju Jakarta via Surabaya. Saat hendak transit di Bandara Internasional Juanda, pesawat mengalami gangguan sistem hidrolik. "Karena itu, kapten pilot mendaratkan pesawat hingga berhenti di taxi way. Mesin pesawat langsung dimatikan dan pesawat ditarik mobil ke Apron19," kata Airport Duty Manager Bandara Juanda Mulyono.
Menurut jadwal, pesawat seharusnya bertolak dari Surabaya menuju Jakarta pukul 07.35. Karena menunggu perbaikan dan kelengkapan izin penerbangan, pesawat akhirnya berangkat pukul 16.00. Akibatnya, 50 penumpang yg hendak ke Jakarta harus menunggu sekita 8,5 jam. Sisanya merupakan penumpang tujuan Surabaya.
Kepala Humas PT Metro Batavia Air Eddy Haryanto memaparkan, saat mengetahui terjadinya gangguan hidrolik, kapten pilot langsung meminta petugas di menara pengawas bandara utk membantu pendaratan. Ia juga langsung mematikan mesin pesawat begitu mendarat. Langkah tersebut diambil agar tidak memperparah kerusakan. "Ini memang prosedur yg harus ditempuh demi keselamayan penumpang dan awak pesawat," katanya.
Menurut Eddy, sistem hidrolik sangat vital utk menggerakkan pesawat, baik roda, sayap, maupun kemudi.[-O-]

Kamis, 23 September 2010

Ibu Tiga Anak Bakar Diri

Nurhayati (30), warga kampung Pulo Asem RT 07 RW 08 Desa Babelan Kota, Babelan, Kabupaten Bekasi, nekat membakar dirinya sendiri kerena kesal terhadap suami, Nesan (30), Sabtu (29/5) siang. Ibu tiga anak itu diduga kesal karena suaminya tidak mau mengantarkan dirinya memeriksakan diri ke bidan beberapa hari lalu utk memasang alat kontrasepsi baru.
Upaya bunuh diri itu dilakukan Nurhati saat suaminya tdk di rumah. Saat itu Nesan sedang menjaga warung milik orang tuanya yg menjual sembako yg jaraknya tdk terlalu jauh dari rumahnya. Korban mengunci diri di dalam kamar tidur lalu membakar dirinya.
Percobaan bunuh diri itu dapat digagalkan karena suami kaget saat melihat asap yg mengepul dari rumahnya. Ia mengira rumahnya kebakaran dan bergegas pulang utk menyelamatkan anak-anaknya yg sedang menonton televisi.
Nesan kaget mendengar suara istrinya yg menjerit dari dalam kamar. Namun, saat hendak menolong, pintu tdk bisa dibuka karena dikunci dari dalam. Ketika pintu didobrak dgn paksa, sekujur tubuh istrinya sudah penuh dgn nyala api. Nesan berusaha memadamkan api. Nurhayatipun segera dilarikan ke rumah sakit Umum Bekasi. Karena luka bakar yg diderita Nurhayati cukup serius, dokter menganjurkan korban dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
”Saya belum tahu mengapa dia sampai mau bakar diri segala. Memang dia beberapa hari ini sempat marah karena saya tdk mau mengantarnya ke bidan rabu lalu. Saya tdk tahu apa karena itu dia berbuat nekat,” kata Nesan yg sudah berumah tangga dgn korban selama 15 tahun.
Menurut Nesan, pd Rabu lalu istrinya memang minta diantarkan ke Bidan. Pasalnya, batas waktu suntikan KB berakhir hari itu. Karena sangat lelah sehabis bekerja di sawah, Nesan menolak dan meminta ke bidan agar esok hari saja.[-O-]

Minggu, 29 Agustus 2010

Ratusan Keluarga Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran

Ratusan keluarga di pemukiman padat di RT 10 RW Kapuk Muara, Penjaringan, Jakut, Selasa (20/4), sekitar pukul 09.15, terbakar. Belum ada angka pasti dari jumlah rumah semipermanen yg terbakar.Namun, Komandan Pemadam Kebakaran Penjaringan Budi Suharto mengatakan, kawasan yg terbakar seluas 6.000 meter persegi dan jumlah rumah yg terbakar mencapai 400 rumah.

Banyaknya jumlah rumah yg terbakar disebabkan saat kejadian angina berembus kencang. Rumah-rumah yg terbakar juga juga terbuat dari kayu dan tripleks. Letak rumah juga berhimpitan sehingga api dgn mudah menjalar ke sana kemari. Selain itu, petugas pemadam kebakaran sulit mendapatkan sumber air di daerah tsb.

Tdk ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun, empat orang terluka saat membantu memadamkan api. Selain itu, ratusan keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka lalu mengungsi di tanah lapang yg letaknya tdk jauh dari lokasi kebakaran.

Budi mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran. Namun, dikalangan warga terjadi kesimpang-siuran informasi. Beberapa warga mengatakan api disebabkan oleh ledakan tabung gas 3 kg, sedangkan warga lain mengatakan api berasal dari hubungan pendek arus listrik dari sebuah warung.

Besarnya kebakaran itu membuat Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta mengirim 25 unit mobil pemadam kebakaran. Sebanyak 11 unit mobil pemadam didatangi dari suku dinas Kebakaran Jakbar dan dari Jakut dikirim 14 unit mobil pemadam. Dengan banyaknya mobil pemadam kebakaran, api berhasil dikuasai sekitar dua jam kemudian. Namun, api menghanguskan 80 persen dari lokasi pemukiman itu.

Dalam kesibukan warga menyelamati barang-barang miliknya, seorang laki-laki digebuki masa karena diduga akan mengambil barang berharga milik warga. Namun, keributan tsb berhasil dilerai polisi dan laki-laki itu dibawa ke pos Polisi Kapuk Muara. "Dia mencoba mengambil handphone," kata Dedeh (30), salah seorang warga.

Utk sementara warga ditampung di dua tenda besar milik PMI dan enam tenda kecil yg didirikan di tanah lapang itu. Enam tenda kecil itu milik dinas sosial dan kelurahan. "Saya belum tahu setelah ini bagaimana. Malam ini terpaksa tinggal di tenda dulu," kata Mia yg masih menangis.

Saat kejadian, sebagian warga yg berada di lokasi adalah perempuan dan anak-anak. Sementara kaum laki-laki sdh berangkat bekerja. "Suami saya sdh berangkat pagi-pagi. Makanya barang saya banyak yg terbakar karena saya tdk kuat membawa keluar. Kaki juga terasa lemas," kata Mia.

Ketua PMI Jakut Sabri Saiman mengatakan, PMI mendirikan dapur umum dan mengalokasikan sejumlah logistik bahan makanan utk para korban.[-O-]

Sabtu, 14 Agustus 2010

Kebakaran Usai, Longsor Mengintai

Kebakaran yg menghanguskan Taman Hutan Raya Raden Soerjo di lerng Gunung Wilerang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, beberapa pekan terakhir mulai padam, Senin (9/11). Penyebabnya, hujan deras mengguyur kawasan itu, Minggu sore.
Hari Senin sebagian besar kawasan lereng Gunung Welirang tertutup kabut tebal. Awan hitam menggelayut pertanda hujan akan turun.
Camat Pacet Ardi Sepdianto menyatakan, setelah kebakaran reda, warga mengkhawatirkan terjadi bencana longsor.
Kekhawatiran itu karena dibekas hutan yg terbakar ada banyak sekali batang kayu yg mungkin akan meluncur bebas jika ada gelontoran air hujan. Menurut Ardi, warga khawatir bakal terjadi longsor yg lebih besar dari peristiwa pd pertengahan Desember 2002.
Pada waktu itu, tdk kurang 31 wisatawan dilaporkan tewas dari 14 orang lain yg hilang setelah longsor menerjang kawasan wisata air panasdi Desa Padusan. "Kebakaran hutan tahun ini lebih besar dibandingkan kebakaran hutan tahun 2002," kata Ardi.

Gunung Arjuno
Sementara itu, kebakaran hutan di lereng selatan Gunung Arjuno, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, belum benar-benar padam. Meski tampak padam karena hujan, tdk berapa lama titik api dilaporkan muncul kembali dan makin luas.
Hari Sabtu lalu, api masih berjarak sekitar 3 km dari permukiman terdekat. Namun, kini, api tinggal 1 km dari perkampungan terdekat, yaitu Dusun Sumbul, Desa Klampok, Kecamatan Singosari.
Menurut Kepala Subbagian Sandi dan Telekomunikasi Pemerintah Kabupaten Malang Subagyo Setyono, tdk ada kekhawatiran api akan merembet ke permukiman karena ada ladang di antara hutan yg terbakar dgn permukiman.
Subagyo menyatakan, Pemkab Malang bersama sejumlah pihak yg berkaitan dgn pelestarian hutan lereng Arjuno hanya mengandalkan metode pencegahan agar api tdk meluas. "Tidak ada upaya lain utk memadamkan karena keterbatasan teknologi dan biaya," katanya.
Warga yg disebut "pasukan cinta tanah air" itu naik lereng gunung. Dengan sabit dan parang, mereka memotong semak-semak agar api tidak merembet..[-O-]

Selasa, 27 Juli 2010

Pacaran d! Tempat Gelap

Malang benar nasib Eeng Setiawan (20), warga Jalan Pangeran Antasari, Lorong Pasar Terusan RT 11, Kelurahan 14 Ilir, Jumat (8/12). Gara-gara berpacaran di tempat yg gelap, ia pun meregang nyawa.
Tersangka pembunuhya diketahui bernama Iwan Apriansyah (21), yg terbilang masih tetangga sekaligus kakak Putri Handayani pacar Eeng. Iwan diciduk di rumahnya, Jumat (8/12), sekitar pukul 20.10.
Di hadapan petugas, Iwan mengaku, perbuatan biadab itu dilakukan karena tidak senang melihat Eeng berpacaran dgn adiknya, Putri Handayani di tempat gelap di kawasan Jalan Pangeran Antasari, sehari sebelum ia ditangkap. "Kalau Eeng memang mau baik-baik mendekati adik saya, seharusnya dia datang ke rumah. Apalagi kami sdh lama bertetangga,"sesalnya.
Melihat ulah tak pantas itu, Iwan yg pernah masuk penjara selama dua tahun di LP Pakjo, Palembang karena kasus pembunuhan ini pulang ke rumah mengambil golok. Sejurus kemudian, ia langsung menusuk perut Eeng sebanyak satu kali.
Melihat pacarnya bersimbah darah, Putri Handayani menjerit histeris dan meminta tolong. Warga yg melihat kejadian itu langsung membawa korban ke rumah sakit. Tetapi di tengah perjalanan, nyawa Eeng tak dapat diselamatkan.
Kapolsekta IT I AKP nUgroho Agus Setiawan melalui Kanit Reskrim Iptu Sukri A Rivai menegaskan, tersangka dijerat pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan yg menyebabkan orang lain mati dgn ancaman hukuman di atas lima tahun penjara.[-O-]

Senin, 19 Juli 2010

Api Lalap 450 Kios di Panimbang

SEKITAR 450 kios di pasar panimbang, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, ludes terbakar. Kebakaran yg berlangsung mulai Senin (5/7) menjelang tengah malam tsb baru dpt dipadamkan pd Selasa dini hari. tdk ada korban jiwa dlm peristiwa tsb, tetapi satu pedagang dilaporkan luka akibat tertimpah reruntuhan.
Pantauan Kompas, hingga selasa siang, sebagian pedagang masih sibuk mengorek-ngorek kiosnya utk mencari barang yg masih bisa diselamatkan. Kepulan asap masih terlihat dari kios yg terbakar itu. Bahkan, dibeberapa tempat masih terlihat nyala api membakar sisa-sisa barang.
Tampak pula beberapa orang mengangkut barang-barang menuju deretan kios di seberang pasar yg terhindar dari amukan api. Sebagian lainnya memungut kerangka besi penyangga atap yg bengkok di beberapa tempat.
Ratusan kios yg terbakar itu hanya tinggal dinding batu-bata. Sejumlah pintu kios berbahan aluminium masih tampak bentuknya, tetapi pintu berbahan baku kayu hanya tersisa arang sisa pembakaran.
Didin, warga yg tinggal di sebrang pasar Panimbang, menuturkan, pd pukul 23.00 dia melihat api sdh berkobar di deretan kios. "Tadi malam saya langsung ikut membantu pedagang menyelamatkan barang," katanya.
Pada saat kebakaran, sebagian kios di pasar Panimbang tsb tdk dijaga karena pemiliknya sdh pulang ke rumah masing-masing. Namun sebagian pedagang yg tinggal di dekat pasar masih dapat menyelamatkan dagangannya.
Beberapa pedagang dibantu warga pun mencoba membongkar atap kios yg belum terbakar utk mencegah api menjalar ke arah pemukiman warga. Langkah ini terbukti efektif mencegah terbakarnya kawasan permukiman yg berada di sekitar pasar.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kabupaten Pandeglang Salma menuturkan, pd Senin subuh Bupati Pandeglang Erwan Kurtubi mendatangi lokasi kebakaran di pasar Panimbang tsb. "Kebakaran diduga akibat pendek arus listrik. Jumlah kios terbakar 450 unit dgn total kerugian material sekitar Rp 40 Miliar," kata Salma.[-O-]

Kamis, 15 Juli 2010

SAMSUNG Berupaya Kuasai Pasar

PT Samsung Elektronik Indonesia (SEIN) optimistis akan menguasai pasar lebih besar ketimbang tahun sebelumnya sejalan dgn makin membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur pemasaran PT SEIN Stefanus Indraya mengemukakan target ekonomi Indonesia pada 2007 sebesar 6,3 % dari pada tahun ini 5,9% akan memicu Samsung untuk meraih pasar lebih besar lagi.
"Meskipun banyak kompetitor industri elektronik lainnya juga berusaha merebut pasar itu, merek Samsung yg sdh melekat di masyarakat akan lebih cepat meraih pasar," tegasnya di Jakarta, kemarin.
Industri elektronik di dalam negri, lanjut stefanus, akan tumbuh dgn baik, seiiring dgn makin tumbuhnya sektor riil dan maikn membaiknya penyerapan APBN yg didukung masuknya investor asing ke dalam negri.
Karena itu, ujarnya, Samsung mempersiapkan diri untuk bisa berkompetisi lebih ketat utk bisa merebut pasar tsb, karena Indonesia masih merupakan pasar potensial yg harus dilakukan lebih baik.
"Apa lagi industri elektronik di Singapura dan Hongkong tubuh lebih yg berimbas ke pasar domestik, sehingga memicu pasar elektronik Indonesia tumbuh dgn baik," ujarnya.
Samsung menargetkan TV LCD timbuh sebesar 42% dan TV flat 35%, telepon selular kelas atas tumbuh 15%, dan kelas bawah 25%.
Dalam pemasaran handphone, Samsung akan lebih fokus ke masyarakat kelas atas yg pasarnya memang tidak besar, namun aksi beli mereka tetap tinggi ketimbang konsumen kelas bawah meski pasarnya besar.
Mengenai pendingin udara (AC), Stefanus mengatakan, pasarnya kemungkinan akan berkurang melihat kebutuhan akan listrik masyarakat Indonesia cukup besar sehingga sering terjadi gangguan atau pemadaman listrik.[-O-]

Sabtu, 10 Juli 2010

Angin Kencang

HUJAN deras dibarengi tiupan angin kencang melanda Jakarta dan sekitarnya akhir-akhir ini. BMG menyebut badai semacam ini sebagai gejala alam biasa yg hampir selalu menandai pergantian dari musim penghujan menjelang musim panas.

Diperkirakan masa transisi cuaca seperti ini akan berlangsung antara dua sampai tiga minggu.. Gejala alam seperti ini sebenarnya juga tak hanya terjadi di jakarta, namun melanda wilayah-wilayah lain.

Di Jakarta, menjamurnya papan reklame, minimnya perawatan pohon-pohon tua, mengharuskan kita semua melakukan antisipasi terhadap kemungkinan benca. Berdirinya puluhan gedung bertingkat yg seolah berebut lahan di kawasan Thamrin, Sudirman, dan Kuningan, misalnya, telah terbukti meningkatkan kecepatan angin di tempat itu. Terlebih lg disaat pergantian musim seperti sekarsng. Karenanya, harus diwaspadai kemungkinan robohnya papan reklame yg sebagian besar berukuran ekstra besar.

Pengecekan konstruksi tak cuma dilakukan ketika pengelola mengajukan izin pemasangan. Sebaiknya secara periodik juga dilakukan pengawasan dan pemeliharaan konstruksi, baik oleh perusahaan pengelola maupun pemerintah DKI Jakarta.

Perawatan yg baik juga perlu dilakukan terhadap pohon -pohon besar yg selama ini telah "berjasa" berfungsi sebagai bagian dari paru-pari ibukota. Perda utk mengatur hal itu sdh ada, dana juga sdh dianggarkan. Yang dibutuhkan sesungguhnya lebih pd soal konsistensi pelaksanaan tugas, termasuk merespons informasi atau keluhan yg disampaikan masyarakat.[-O-]

Jumat, 07 Mei 2010

Kerumunan Dua Juta Manusia di The national Mall

Sekitar dua juta manusia berkumpul di The National Mall, Washington DC, Amerika Serikat, tanggal 20 Januari 2009 untuk menyaksikan pengambilan sumpah Presiden Barrack Hussein Obama di balkon Capitol Hill. Luas The national Mall sekitar 125 hektar dengan panjang sekitar 3 km dan lebar sekitar 1,5 km diperkirakan dapat menampung 4,5 juta orang.
Hamparan rumput yg luas itu terakhir kali disesaki rekor kerumunan terbanyak, yakni sekitar 1,2 juta manusia, sat Presiden Lyndon baines Johnson diambil Sumpahnya tahun 1965. kini rekor itu dipecahkan oleh pelantikan Presiden Obama, kulit hitam pertama yg menghuni Gedung Putih.
Siksaan cuaca yg mencapai minus 7 derajat celcius tak mengurangi minat rakyat dari berbagai pelosok AS maupun dari manca-negara untuk menghadiri peristiwa bersejarah itu. Sejak malam sebelumnya ribuan warga bermalam di wilayah seputar The National mall dan saat subuh diperkirakan setengah juta telah mengambil posisi masing-masing. Sekitar pukul 10.00, sekitar dua juta manusia itu-termasuk 240.000 undangan- dengan khidmat mengikuti prosesi pengambilan sumpah yg berlangsung syahdu.
Pengambilan sumpah yg diikuti dgn pidato Presiden Obama usai sekitar 12.30. menurut catatan resmi berbagai instansi resmi, tidak satupun insiden kekerasan yg terjadi dan juga tidak seorangpun yg ditahan aparat keamanan. Satu-satunya peristiwa menyedihkan terjadi ketika seorang penumpang tewas ditabrak subway yg sedang melaju di salah satu stasiun kereta api bawah tanah.[-O-]