Tampilkan postingan dengan label MGR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MGR. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Januari 2010

MGR Mengembangkan Sayapnya Hingga UIKB

Berbicara tentang pelayanan-pelayanan yg dilakukan di ranah SDA Jakarta, ternyata tak terlepas dari peran para Master Guide di dalamnya. Selalu saja hadir sosok Master Guide yg terlibat, meski besar atau sekecil apapun peran mereka. Barangkali, ungkapan tersebut belum terpatahkan sampai saat ini.

Lantas, bagaimana pula jika para Master Guide bersatu, membangun sebuah acara, membangun sebuah kegiatan dan membangun sebuah Pelayanan? Bisa ditebak, bahwa kegiatan yg mereka buat akan sangat bermanfaat untuk umum maupun utk pribadi para Master Guide tsb.

Sejak tiga tahun terakhir ini, mobilitas Master Guide Konfrens DKI Jakarta, semakin lama semakin meningkat saja. Diantaranya, terbukanya titik-titik Pelmas dgn jumlah yg signifikan, munculnya aktifitas SAR, pemeliharaan Klub2 kemajuan, kegiatan Pencinta Alam dan konservasi Lingkungan dll, sampai akhirnya yg ramai dibicarakan oleh masyarakat SDA adalah acara Master Guide Reinforcement.

Setelah dulu, sukses menggelar acara MGR-1, MGR-2 dan MGR-3, selama tiga tahun berturut-turut, kini tahun 2010, Master Guide kembali melanjutkan acara yg sama yakni Master Guide Reinforcement ke 4, atau disebut dengan MGR IV.

Acara yg akan berlasung tanggal 7 hingga 11 April 2010 di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat ini, tidak seperti MGR-MGR sebelumnya yg berlevel Konfrens DKI Jakarta dan sekitarnya, MGR-4 mendatang, justru akan digelar dgn level yg lebih luas lagi yaitu level UNI atau UIKB. Tentunya tongkat acara yg selama ini digenggam oleh Pdt.Jacky.Runtu selaku Direktur PA Konfrens DKI dan sekitarnya, otomatis akan berpindah ke Pdt. KR Sagala selaku Direktur PA UIKB.

Walaupun tongkat kepemimpinan MGR telah berpindah, namun deretan kepanitiaan acara MGR masih tetap seperti dahulu, dimana sebagai panitia MGR-2 adalah alumnus MGR-1, panitia MGR-3 adalah alumnus MGR-2 hingga pada saat ini panitia MGR-4 otomatis dipegang oleh jebolan MGR-3.

Dengan meningkatnya MGR-4 ke posisi UIKB diharapkan semangat bekerja dan semangat pelayanan MG akan merata di seluruh Indonesia. Cita-cita ini dapat terwujud bilamana para pembaca di seluruh Indonesia, dan para Gereja-gereja di SDA di UIKB, mendaftarkan Master Guidenya ke acara MGR-IV ini.

Sejatinya, acara ini sangat berbobot dan mengandung kualitas yg menjanjikan. Bahkan jarak, tempat dan biaya, semestinya bukanlah kendala. Semua itu tak sebanding dengan harapan besar yang akan diperoleh para Master Guide dari kegiatan MGR-4 ini. Saudaraku, milikilah sosok Master Guide yg Tangguh di Jemaatmu.

-Sie publikasi-

Minggu, 24 Januari 2010

MGR Itu Luar Biasa

Master Guide Reinforcement. Nama itu tentu bukan nama yg asing bagi orang SDA di DKI Jakarta ini, khususnya bagi para pegiat MG seperti saya. Ketika mengenal MGR dan mengetahui kandungan acaranya, ibarat menemukan jodoh, saya langsung terkesan, takjub dan ingin sekali mengikuti acara tersebut. Pasalnya, performance dan komposisi acara yg ditawarkan merupakan impian dan cita-cita yg saya cari selama ini.
Bagaimana bisa hidup di alam liar dgn keterbatasan bekal dan perlengkapan yg saya miliki, bagaimana cara melakukan evakuasi yg baik dan tepat kepada orang yg mengalami kecelakaan dan bagaimana mengalahkan segala ego yg kumiliki, semuanya terhidang di acara MGR itu. Bahkan yg tak kalah pentingnya, sebagai seorang Pemimpin yg Notabene adalah seorang Pelayan, saya harus mampu bekerja di bawah tekanan lingkungan (keadaan), dan harus sabar, rendah hati, dan tidak gampang marah, bahkan harus bisa tetap tenang dan senang menerima semua beban, tugas dan perintah yg diberikan oleh para instruktur MGR itu. Saya sendiri hampir tak percaya dapat melampaui itu semua.
Bayangkan saja, selama tiga hari empat malam, kami, satu Group, hidup berpindah-pindah tempat, sementara persediaan makanan yg diberikan panitia pun pas-pasan. Ketika berpindah, kami berjalan melintasi tanjakan yg tak habis-habisnya, dan tidur berhimpitan di tengah hutan dgn beratapkan bivak. Semua aktifitas itu kami lakukan di bawah siraman hujan. Yang tak kalah seru adalah tatkala bangun tidur, lalu membongkar bivak, masak dan sarapan, kami hanya diberi waktu 30 menit untuk bergabung dengan Group lain. Dan kami harus segera bergeser dari wilayah itu menuju tempat yg lain. Sebagai seorang Master Guide, kami harus survive terhadap semua itu.
Sesungguhnya, kondisi demikianlah yg umat SDA hadapi saat kepicikan Jakub terjadi, saat dimana umat SDA harus lari ke Gunung-gunung dan bertahan hidup di sana.
Meskipun ada rasa kebanggaan sendiri karena dapat melampaui tantangan di MGR, namun itu tidak membuat saya jadi sombong diri, tapi justru sebaliknya, saya menjadi dituntut utk tetap rendah hati dan semakin peduli dgn orang lain. Sebab segala yg saya lampaui itu bukan karena kemampuan saya sendiri, melainkan tak terlepas dari kerja sama yg kami lakukan dgn peserta MGR yg lainnya yg notabene memiliki beragam usia dan karakter. Sungguh suatu pengalaman yg tak terlupakan. Bahkan, pasca MGR tsb, seolah ada kekuatan yg memaksa diri saya untuk merubah tabiat saya, agar lebih menghargai sesama, lingkungan dan waktu. Bahkan saya menjadi tahu diri, bahwa dpt tidur nyenyak dan makan enak adalah suatu nikmat yg tiada tara. Dan saya harus menyukuri itu.[-o-]