Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pariwisata. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Oktober 2010

Menuju Pesisir Jakarta

SEBAGAI negara kepulauan, Indonesia punya banyak pilihan utk berlibur dan menikmati kehidupan khas pantai. Bagi warga Jakarta, tak perlu jauh-jauh jika waktu berlibur sangat pendek. Pulau-pulau yg ada di kepulauan seribu bisa menjadi pilihan.
Ke pulau Untung Jawa, misalnya, yg banyak dicari oleh para pecinta fotografi karena sudut-sudutnya yg unik terutama dgn hutan bakaunya yg khas. Jika senang memancing pun tak perlu jauh-jauh melempar kail. Cukup dgn duduk di dermaga, ikan-ikan akan menghampiri.
Ada pula pulau Pramuka yg banyak dikunjungi. Pulau yg sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan ini sudah tergolong modern, dgn adanya sekolah, tempat ibadah, dan tak ketinggalan pusat informasi taman lautnya. Di sini kita bisa mendapatkan informasi seputar foto-foto hewan. Yg tak boleh dilewatkan jika ke sini, adalah snorkeling. Tenang jika tak punya perlengkapannya bisa menyewa di pulau dgn harga terjangkau.
Tak ada salahnya pula lanjut ke Nusa Keramba yg memiliki restoran di atas air dan bisa membeli ikan-ikan segar yg baru saj dipancing. Jika tak mau repot mengurus perjalanan sendiri, sebaiknya gunakan biro perjalanan yg menyediakan fasilitas dan rute tsb. Saat ini pilihannya pun makin banyak, salah satunya adalah Ramantha Tour lewat rute Pulau Untung Jawa, Nusa keramba, Pulau Rambut, dan pulau Pramuka. masing-masing pulau punya ciri khasnya tersendiri dan menarik utk dijambangi. Perjalanan ini pun bisa menjadi Oase di tengah kepenatan menjalani rutinitas sehari-hari.[-O-]

Selasa, 03 Agustus 2010

Bersiap Menuju 2010

Dunia Pariwisata dalam negri sempat ikut terguncang di tahun 2009, seiring terjadinya krisis global di dunia. Namun peningkatan terus terjadi hingga di akhir tahun ini dan diharapkan akan terus membaik di tahun 2010 nanti.
Berbagai prediksi positif memang telah menyertai perjalanan menuju 2010. Jelas, dibutuhkan strategi baru sbg perangkat utk menyambut tahun 2010 demi meraih pasar yg lebih luas dan semakin menggairahkan industri pariwisata. Berbagai amunisi disiapkan, salah satunya dgn terus mendongkrak segi pelayanan demi memuaskan pelanggan.
Tak bisa dipungkiri, maskapai penerbangan berperan penting utk semakin mendorong gairah dunia wisata. Kemudahan menjangkau suatu destinasi dalam waktu cepat semakin mendorong laju pergerakan para pelancong dari berbagai wilayah.
Itu sebabnya pula, pihak maskapai terus menambah jumlah rute penerbangannya. Tengok saja Sriwijaya Air, yg hingga kini maskapai penerbangan swasta nasional ini telah menghubungkan 31 rute domestik dan dua rute regional dgn dukungan 23 armada Boeing.
Kemudahan utk mencapai berbagai destinasi itu juga didukung oleh pelayan sumber daya manusia dan faktor keselamatan yg menjadi isu penting dalam sebuah modal transportasi. Dalam hal ini, Sriwijaya Air mendpt penghargaan dlm kategory safety dari Boeing-Seattle USA, atas kemampuannya menjaga operasional dari segi keselamatan dan pelayanan.
Penghargaan lain juga diterima Sriwjy Air pd 2008 lalu, yaitu Indonesia Most Branded Service Award dari Markplus & Co atas layanan paling berbeda yg diberikan kpd penumpang.
Hal tsb semakin mendorong sriwjy Air utk memberikan pelayanan terbaik, sesuai dgn misinya di tahun 2009, yg mengutamakan pelayanan baik dlm segi keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. Sesuai dgn slogan terbarunya yg diluncurkan tahun ini, ”Service No.1”, intinya pd komitmen utk memberikan pelayanan yg utama, utama dlm pelayanan.[-O-]

Rabu, 14 Juli 2010

ANCOL, Ecopark dan Keanekaragaman Hayati

Kalau menyebut Taman Impian Jaya Ancol, umumnya publik akan menyebutnya sebagai taman impian yg nyaman,lengkap, kreatif dan inspiratif. Tidak banyak yg membayangkan bahwa inilah taman impian, atau taman rekreasi publik terbanyak keempat pengunjungnya di dunia, setelah Disneylan Orlando, Disneyland Tokyo dan Disneyland Anaheim. Di Asia, areal Taman Impian Jaya Ancol terluas, dan terhijau.
Tidak banyak pula yg membayangkan bahwa dgn membayar rupiah relatif murah, warga dapat menikmati Ancol yg luasnya mencapai 500 hektar. Tdk banyak yg menduga Ancol mampu berkembang pesat di tengah munculnya ikon-ikon baru taman hiburan dunia. Di beberapa kota Asia muncul Disneyland, dan Universal Studio, tatapi toh Ancol tetap Survive dan keren.
Di Singapura, bahkan muncul Universal Studio yg sangat inspiratif dan taman-taman bermain yg ekstra spektakuler, tetapi Ancol tetap tegak. Belakangan, taman impian yg dibidani Soekarno, Ali Sadikin, dan Ciputra ini menjadi slah satu ikon dunia yg paling atrakrif. Menarik mengetahui apa yg dikerjakan Ancol sehingga mampu bertahan di domain dunia.
Budi Karya, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol hari Selasa (23/2) menyatakan, kompetisi di panggung rekreasi atau hiburan memang terasa makinkeras dan dahsyat. Bukan saja kota-kota di dalam negri membangun sentra rekreasi yg keren, tetapi negri-negri tetangga Indonesia pun sungguh rajin membangun panggung rekreasi baru.

Persaingan yg demikian hebat ini tak ayal pasti menghadirkan korban. Siapa yg lemah, dan malas mengerjakan pekerjaan rumahnya, pasti akan tersapu ombak persaingan yg amat kejam.

Maka, tutur Budi, utk terus berada di wilayah elit dunia, sebuah usaha mutlak membutuhkan inovasi dan kreativitas tanpa henti. Kalau inovasi dan kreativitas tdk dipacu, perusahaan akan berjalan di tempat, dan bahkan terancam tergerus kompetiter. Produk yg dihasilkan harus imajiner atau inspiratif. Utk merengkuh taraf ini, para pengelolanya harus memiliki visi sangat jauh ke depan. Tim yg bekerja harus sangat kompak.

Budi Karya menututurkan, di masa ini seluruh dunia berteriak tentang pemanasan global. Seluruh warga sejagat pusing oleh badai salju, banjir yg tanpa ampun menghantam apa saja atau longsor yg suka menggerus rumah penduduk. Warga seduniapun sibuk mengkhawatirkan tentang makin cepatnya proses hutan menjadi gurun. Di antaranya atas dasar inilah, tahun 2010 ini Ancol menambah wahana rekreasi baru, yakni Ecopark dgn penekanan pd keanekaragaman hayati.

Taman ini, seluas 33,6 hektar, akan mulai dibangun pd akhir Februari 2010, direncanakan akan ditandai dgn penanaman pohon bersama 500 orang siswa-siswi dari 10 sekolah Dasar dan sekolah rakyat di kawasan penyangga Ancol, yakni kelurahan Ancol Barat dan Pademangan. Ancol menyiapkan pohon-pohon langka utk ditanami, misalnya pohon Bodhi yg diketahui mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Praktis, kata Budi Karya, Ecopark merupakan salah satu wujud konsistensi pemberdayaan lingkungan menuju cita-cita Ancol Green Company.

Kadept Corporate Plan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Kiky Da Gomez menambahkan, pembangunan Ancol Ecopark ini dilatar belakangi upaya memberikan dan dan mengoptimalkan penggunaan ruang hijau terbuka yg ada di dalam areal Ancol Taman Impian utk dapat dinikmati seluruh pengunjung Ancol.

Budi Karya mengatakan, tahun lalu, Ancol dikunjungi 14 juta lebih wisatawan. Ke depan, 10 tahun mendatang, Ancol menargetkan dikunjungi 20 juta penumpang. Target ini diyakini akan tercapai karena perusahaan ini tidak pernah berhenti melakukan diferensiasi, inovasi dan kreasi yg inspiratif.[-O-]


Sabtu, 03 April 2010

Jangan Pernah Abaikan Diferensiasi

Tidak mudah mengelola sentra rekreasi, apalagi kalau mengharapkan profit. Publik tahu bahwa rekreasi menduduki urutan kesekian dari skala prioritas keluarga. Di sisi lain Mal/plaza yg menawarkan arena rekreasi kini muncul dgn suara menderu. Kompetisi di panggung bisnis mau tidak mau menjadi amat hiruk. Inilah beberapa faktor yg menyebabkan tidak banyak pusat rekreasi di negri ini mampu tetap bersinar.

Di luar negri, hanya Negara-negara yg mampu menjalankan manajemen modern dan pasar domestic luas saja yg mampu bertahan, misalnya di hongkong, RRC dan Malaysia. Di beberapa Negara seperti Jepang, Amerika Serikat, Jerman, Perancis, dan inggris, banyak yg mampu meraih laba, tetapi banyak juga yg terengah-engah akibat tingginya biaya operasi dan mulai jenuhnya bisnis rekreasi.

Dengan latar belakang seperti ini, public bisa heran mengapa sentra rekreasi Ancol di Jakarta Utara setiap tahun masih mampu meraup laba lumayan. Tahun 2008, PT Pembangunan Jaya Ancol mengemas laba bersih sebesar Rp.132 miliar. Perusahaan ini pun berkontribusi pada pajak daerah sebesar Rp 60 miliar, pajak perusahaan Rp. 60 miliar, dan dividen Rp 40 miliar. Omzet total Rp. 860 miliar.

Agaknya Ancol sudah berada di jalan lurus. Dan posisinya sebagai perusahaan publik membuat semua hal serba terbuka. Permintaan sumbangan tidak jelas dari pelbagai lembaga dan pribadi tidak diterima. Adapun permintaan yg jelas harus, harus jelas akuntabilitasnya.

Pengerjaan proyek, kalau ada, harus dilakukan secara terbuka. Ini aspek yg membuat Ancol tidak dibebani banyak biaya siluman.

Apa formula perusahaan ini sehingga profit? Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Sumadi menyatakan memang tidak mudah mengelola pusat rekreasi. Di tengah persaingan ketat, di tengah banyaknya muncul Mal/plaza, dan derasnya aktivitas outdoor, Ancol harus tetap unggul. Rakyat harus tetap mendapat panggung hiburan memadai.

Budi menuturkan, untuk tetap berada di posisi unggul, ia tidak mau main-main dgn urusan kualitas. “Konsumen tdk mau servis setengah-setengah. Konsumen juga ingin produk prima. Itu sebabnya kami selalu fokus,” ujarnya di Jakarta, Jumat (17/4).

Begitu kami tidak fokus, ujar Budi, kastemer Ancol pasti berpaling. Inovasi yg dilakukan, mesti asli, bukan mengepigon kawasan wisata lain. Perawatan atas semua fasilitas mutlak, tidak bisa ditawar-tawar. Ancol tdk boleh mewujud sebagai kawasan butut.

Ke depan, ujar Budi Karya, Ancol akan lebih konsentrasi pada diferensiasi produk dan spesialisasi kegiatan. Misalnya aktifitas outdoor dgn spektrum lebih luas.