Rabu, 29 September 2010

Ketika Merambah Mediterania

Pemandangan cantik, iklim hangat, dan budaya unik. Itulah Mediterania, yg hingga kini juga menyimpan jejak sejarah masa lalu yg mengandung misteri besar, menggoda utk selalu digali, lagi dan lagi.
DALAM sejarah peradaban kuno, laut Mediterania adalah titik penting dalam penyebaran budaya benua Asia dan Eropa. Yg identik dgn destinasi Mediterania tak lain adalah Turki, Mesir, dan Yunani. Namun, perjalanan ke Mediterania kini pun juga mencakup Rusia, Dubai dan Doha yg tak kalah unik dan eksotis. Lalu, apa saja yg wajib dicicipi ketika berada di sana?

BERLAYAR.
Perjalanan darat dan laut selalu memberi pengalaman yg berbeda. Tengok saja jika mengikuti Nile Cruiser Dinner yg biasanya sdh termasuk dalam paket mengelilingi Mesir.
Perjalanan mengarungi sungai Nil yg legendaris itu tak hanya dinikmati dgn santap malam yg menyajikan kulinaris khas Mesir. Tetapi juga dgn ragam suguhan budaya masyarakatnya, seperti musik khas padang pasir, tarian Tanoura yg ditarikan oleh seorang laki-laki dgn terus berputar dalam waktu lama, hingga tari perut yg berhasil semakin memeriahkan suasana.
Di Turki pun terdapat Bosphorus Cruise, yg tak lain mengarungi selat Bosphorus yg memisahkan Benua Asia dan Eropa. Selama perjalanan, bisa melihat istana ottoman yaitu Dolmabahce dan Beylerbeyi, rumah kayu kuno, benteng Rumeli, dan masih banyak lagi. Berbeda dgn berlayar di sungai Nil, Bosphorus Cruise ini bersifat pilihan.
Sementara jika memilih rute Turki-Yunani dan ke Athena, bisa menikmati saronic Cruise, yg mengajak anda menyusuri tiga pulau, yaitu Phoros, Hydra, dan Aegina. "Masing-masing pulau punya keunikan tersendiri. Hydra terkenal dgn kacang pistachionya, di Egyna bisa merasakan naik keledai, sementara di Phoros ada banyak bangunan unik dan banyak kafe," terang Liana Tanuwidjaja, Supervisor-Products & Operation Panorama Tours.

Selami Budaya
Hal lain yg akan memberikan sentuhan lebih saat berkunjung ke negri orang adalah menyelami langsung budaya masyarakatnya. Tak hanya lewat kulinarinya, tetapi juga lewat kebiasaan masyarakatnya yg sdh menjadi bagian tradisi. Misalnya, mencicipi Turkish Bath, yg mengakar dari tradisi Romawi Kuno dan Bizantium, lalu berkembang lagi diantara masyarakat Turki. "Jadi kita mandi dulu, lalu ada seorang terapis yg memberi handuk yg telah diberi sabun. Handuk lalu dikucek hingga keluar sabun yg banyak. Seperti proses scrubbing saja, handuk digosokkan ke tubuh kita," terang Yongkie Yanuar Adjie, Product Manager Supply Chain Manager Panorama Tours.
Meski Turkis Bath ini juga bersifat optional, jika sempat sebaiknya merasakan langsung. Dilanjutkan dgn menyeruput teh Turki yg tak kalah terkenal, yg biasa disebut apple tea. Dan, jangan salah kira bahwa shisha hanya sekedar jenis rokok. Menghisap shisha merupakan salah satu ajang utk bersosialisasi dan saling bertukar kabar. Tengok saja jika hari sdh mulai sore saat berjalan-jalan di Mesir. seolah dikomandokan, kafe-kafe yg ada di pinggir jalan dipadati oleh kaum adam yg sedang asyik menghisap shisha bersama teman-temannya.
Demikian juga dgn pertujukkan tarian perut, yg bisa ditemui baik di Turki, Mesir, bahkan saat di Dubai. Selintas terlihat sama, namun sebenarnya memiliki perbedaan pada teknik dan style gerakan, sesuai dgn tempat di mana tarian tsb berkembang.

Pemandangan
Tak bisa dipungkiri, perjalanan ke Mediterania erat dgn pemandangan indah yg mengiringi. Kalau tak percaya, bias mencoba naik balon gas di Cappadocia, Turki, utk melihat pemandangan alam yg unik dari ketinggian.
Perjalanan menuju Cappadocia yg biasanya dari Konya, itupun sdh menjadi sensasi tersendiri. Rute tsb merupakan bagian dari Jalur Sutera, yg biasanya akan singgah terlebih dulu di Sultanhani Caravanserai bekas hotel tua dimasa Jalur Sutera. “Usainya sdh sekitar 800 tahun. Hotel ini dulunya utk menghindari perampok saat diperjalanan, terutama utk melindungi kuda-kuda mereka,” tutur Meity Lukito, Direktur Supplay Chain Management Panorama Tour.
Namun perjalanan ke Santorini, Yunani, pun tak kalah memberi kenangan tersendiri. Tempat syuting film Mama Mia itu terkenal dgn pantainya yg cantik, dgn bangunan-bangunan berwarna putih dan beratap biru.
Luxor pun tak kalah spektakuler dgn pemandangan alamnya. Di sini terdapat Valley of the King & Queens, tempat makam Raja Ramses IX dan Ratu Ramses III beserta bayinya. Di makam ini terdapat relief dari 3.000 tahun lalu. Tentu saja, juga menengok ke Luxor Temple dan Karnak Temple yg memperlihatkan kemahiran seniman dan arsitek Mesir Kuno.


Yang Unik dan Eksotis

Selalu ada sisi lain utk diungkap dari suatu negara. Jika mau yg lebih bertualang, bisa menuju Trabzon, turki Utara, yg merupakan tempat tinggal suku pedalaman Turki. Meity menambahkan, suku ini termasuk jarang dieksplor dan masih kental dgn budaya internasionalnya, yg belum tersentuh dgn budaya modern.

Di sini biasanya akan diajak utk mencicipi, menyantap makanan khasnya yg mirip makanan India, namun dihidangkan seperti budaya Turki. Misalnya, hidangan salad yg bisa terdiri dari 5-10 macam, sajian daging yg dibakar atau dimasak kari, dan lain-lain.

Sementara Dubai terkenal dgn Desert Safarinya yg mengajak setiap orang merasakan langsung kehidupan para pengembara di padang pasir dgn bersantap malam di tengah-tengah gurun dan di dalam tenda, serta mendapat suguhan tari perut. Selanjutnya, diajak berkeliling di padang gurun dgn 4 whell drive yg berhasil meningkatkan adrenalin saat melintasi padang gurun.

Perjalanan mengelilingi Mediterania memang biasanya hanya mencakup dua negara. Turki-Dubai, Turki-Yunani, Mesir-Turki bisa ditemui, hingga rute Rusia-Turki yg terbilang jarang dan sengaja dikeluarkan Panorama Tours utk menyambut libur lebaran ini. Setiap perjalanan tentu menjadi petualangan tersendiri. Tinggal pilih rute yg sesuai kebutuhan. Kalau mau lebih mudah, bisa mengunjungi World of Panorama Extension di kantor pusat dan dapatkan berbagai hadiah langsung seperti free airpot transfer dgn White Horse Premium Cab, free Shabu Tei Voucher, refleksologi gratis, voucher Waterbom, dan Voucher Hagen dazs.[-O-]

Sabtu, 25 September 2010

Batavia Air Mendarat Darurat di Bandara Juanda

Pesawat Batavia Air nomor penerbangan 7P-346 mendarat darurat di Bandar International Juanda, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (20/12) pukul 07.25. Seluruh penumpang yg berjumlah 122 orang selamat.
Pesawat Boeing 737-300 bernomor registrasai PK-YTM tersebut lepas landas dari Bandara Selaparang, Ampenan, Mataram, Nusa Tenggara Barat, menuju Jakarta via Surabaya. Saat hendak transit di Bandara Internasional Juanda, pesawat mengalami gangguan sistem hidrolik. "Karena itu, kapten pilot mendaratkan pesawat hingga berhenti di taxi way. Mesin pesawat langsung dimatikan dan pesawat ditarik mobil ke Apron19," kata Airport Duty Manager Bandara Juanda Mulyono.
Menurut jadwal, pesawat seharusnya bertolak dari Surabaya menuju Jakarta pukul 07.35. Karena menunggu perbaikan dan kelengkapan izin penerbangan, pesawat akhirnya berangkat pukul 16.00. Akibatnya, 50 penumpang yg hendak ke Jakarta harus menunggu sekita 8,5 jam. Sisanya merupakan penumpang tujuan Surabaya.
Kepala Humas PT Metro Batavia Air Eddy Haryanto memaparkan, saat mengetahui terjadinya gangguan hidrolik, kapten pilot langsung meminta petugas di menara pengawas bandara utk membantu pendaratan. Ia juga langsung mematikan mesin pesawat begitu mendarat. Langkah tersebut diambil agar tidak memperparah kerusakan. "Ini memang prosedur yg harus ditempuh demi keselamayan penumpang dan awak pesawat," katanya.
Menurut Eddy, sistem hidrolik sangat vital utk menggerakkan pesawat, baik roda, sayap, maupun kemudi.[-O-]

Oase di Tengah Kerasnya Jakarta

Awan mendung masih menghalangi panasnya sinar matahari siang saat Rio dan Bintang sibuk mendribel bola basket dan bertanding one and one di lapangan basket Taman Menteng, Selasa (14/9). Kedua remaja yg masih duduk di bangku SMP itu terus bermain sambil sesekali melihat ke arah jalan. “Mumpung masih libur, kami man basket di siang hari. Sebentar lagi teman kami juga akan datang utk main basket,“ kata Rio.
Bagi remaja di Jakarta Pusat, Taman Menteng merupakan fasilitas publik yg sangat menyenangkan. Selain lapangan basket, di taman itu juga terdapat lapangan futsal dan jalur joging, yg juga dpt menjadi jalur sepeda. Mereka dpt bermain di taman seluas 3,4 hetar itu dari pagi sampai malam. Letaknya yg berada di persimpangan Jalan HOS Cokroaminoto dan Jalan M Yamin membuatnya mudah diakses dari beberapa arah.
Taman yg dulunya adalah Stadion Menteng itu kini memiliki pohon-pohon yg lumayan rindang. Pada saat taman itu selesai dibangun pd tahun 2007, pohon-pohon di Taman Menteng baru saja ditanam sehingga terkesan gersang.
Taman Menteng juga dilengkapi dgn sebuah gedung parkir berlantai empat sehingga pengunjung dari banyak wilayah dpt merasa tenang memarkirkan kendaraan dan menikmati keindahan taman. Selain menarik bagi remaja Taman Menteng juga menarik keluarga-keluarga muda dan pasangan muda-mudi. Bagi pasangan muda, Taman Menteng merupakan lokasi yg ideal utk berjalan-jalan dan bercengkrama.
Banyak tempat duduk di bawah pohon yg dpt dijadikan tempat bersantai dan menghabiskan waktu berdua. Banyak juga tempat menarik utk dijadikan latar belakang bagi yg doyan dipotret.
Kris dan Ayu, pasangan muda yg ditemui di Taman Menteng, mengatakan, mereka sering makan siang di restoran-restoran yg ada di dekat Taman Menteng dan berjalan-jalan sebentar sebelum kembali ke kantor d Jalan Rasuna Said. Mobil mereka d! parkirkan di gedung parkir agar lebih mudah. ”Taman Menteng memberi kami ruang utk menikmati alam dan mengasingkan diri sebentar dari hiruk-pikuk Jakarta yg membuat stress. Taman ini membuat Jakartaksedikit lebih ramah bagi warganya,” kata kris.
Bagi keluarga muda dgn anak yg masih balita, Taman Menteng juga menyediakan arena bermain anak-anak. Banyak peralatan permainan yg memungkinkan anak-anak memanjat, bergelantungan, dan perosotan atau meluncur dar atas ke bawah.

Sorot Lampu
Di sore dan malam hari, Taman Menteng diterangi banyak sorot lampu. Air mancur di taman itu akan tampak lebih indah jika ditimpa cahaya lampu pd sore hari.
Banyak pasangan muda datang ke Taman Menteng pd sore hari utk menikmati suasana yg indah. Jika mereka lapar, banyak pedagang makanan di kawasan itu yg berjualan pd sore sampai malam.
Di Taman Menteng juga ada dua bangunan dari kaca. Kedua bangunan itu dpt digunakan utk berbagai acara pameran atau resepsi pernikahan. Beberapa pasangan muda menyatakan minat utk menggelar resepsi di Taman Menteng saat tahu bangunan kaca di
taman ini pernah dan dapat disewa utk resepsi.“Kami ingin menggelar resepsi pernikahan di Taman Menteng. Taman ini rasanya seperti oase di tengah kehidupan Jakarta yg keras,“ kata kurnia dan Rini, pasangan yg akan menikah tahun depan.

Bersejarah

Stadion Menteng, yg kini jadi Taman Menteng, berkapasitas 10.000 penonton. Lapangan ini didirikan tahun 1921 dgn namaVoetbalbond Indische Omstreken Sport (Viosveld). Arsitek Belanda FJ Kubalt dan PAJ Moojen, yg merancang stadion yg kemudian menjadi sarang bagi Persija.

Ketika menjadi marias Persija, dari stadion ini terlahir pemain bola yg mengharumkan nama Jakarta dan Indonesia, seperti Anja Asmara, Abdul Kadir, Djamiat, iswadi idris dan Ronny Patinasarani.
Stadion ini sempat hanya digunakan secara terbatas bagi orang-orang Belanda utk berolah raga.
Pascakemerdekaan, tahun 1960, Presiden Soekarno menyerahkan stadion ini utk dipergunakan sebagai tempat bertanding dan berlatih bagi tim Persija. Sebelumnya Persija berlatih di stadion IKADA , yg pd tahun 1958 harus pindah karena mulai pembangunan Monas. Pada 1975, Surat keputusan Gubernur Jakarta tahun 1975 menetapkan stadion ini sebagai salah satu cagar budaya yg harus dilindungi.[-O-]

Jumat, 24 September 2010

Pendekar Muda di Jagat Kolektor

Ruang Fang Gallery di lantai 27 The Plaza Jl. Thamrin Jakarta Pusat itu terlihat bersih, luas dan tertata rapi. Desainnya minimalis, dindingnya dihiasi lukisan kontemporer kecuali dinding kaca yg menghadap ke utara.
Hanya ada dua orang di ruang ini, pemilik dan pengelolanya Felicia Guo dan asistennya Sin Yan. Felicia kelahiran Jakarta 1983, baru 3 bulan kembali ke Indonesia setelah 10 tahun menetap di Beijing, utk belajar di Beijing Central Academy of Fine Art.
Dia meraih gelar sarjana utk melukis dan Master utk Sejarah Seni dgn program Manajemen Seni pd 2000-2008. Kemudian dia bekerja di balai lelang Council Auction Beijing pd 2008-2010.
Sejak kecil kehidupan Felicia sdh akrab dgn seni. Ibunya, Kertawijaya, adalah seorang dan sering pameran di Jakarta pd 1990-an.
Bila ada pameran di berbagai tempat, ibunya mengajak Felicia utk memberikan apresiasi. Lama kelamaan dia suka melukis dan mendapat dukungan dari orang tua. Setelah lulus SMA Felicia pun menempuh pendidikan di Beijing. "Waktu jadi mahasiswa di Beijing, saya mengajak teman kuliah dan dosen saya utk pameran di Edwin's Gallery Jakarta," katanya.
Selain itu dia juga berpameran di berbagai tempat termasuk di Wall Museum Beijing. Waktu itu Felicia memang aktif berpameran sbg pelukis. Tapi setelah bekerja di Balai lelang Council, Felicia bertugas khusus di oil painting utk mencari lukisan dan melukiskannya serta arahnya ke market. Apalagi sejak 2006 booming seni lukis China.
Menurut Felicia, di Beijing balai lelang atau galeri bukan murni market saja, tp org yg pandai berbisnis dan memiliki skill art, selain pengalaman.
"Banyak dari mereka hampir 80% lulusan sekolah kesenian dan mayoritas mempunyai latar belakang pendidikan art history. Dgn begitu ada unsur idealisme yg dikembangkan dgn market," kata Felicia.
Di Indonesia khususnya Jakarta, Felicia sbg salah seorang yg belajar di Beijing Central Academy of Fine Art diharapkan memberikan kontribusi pd dunia seni dgn latar belakang pendidikan yg memadai.
Alasan Felicia memilih belajar di China karena ibundanya pernah belajar di sana. Selain itu, di China murid belajar dgn pengarahan disiplin yg ketat, tdk bebas.
Dibandingkan dgn di Eropa atau Amerika, unsur teknik lebih bagus di China. Di Barat, teknik dasar tdk ditekankan lagi, misalnya sketsa atau melukis harus mirip sekali atau realis. Di barat cenderung membebaskan ide namun berimbas pd rendahnya skill seniman muda.
"Itu juga sebabnya kenapa sebelum 2006 banyak seniman Cina diundang ke Eropa dan AS, karena mereka melihat harga karya pelukis China belum tinggi, tapi kualitasnya bagus," tutur Felicia.
Pd 2006 terjadi booming seni rupa di China dan harga tak serendah dulu. Tahun 1990-an harga lukisan karya seniman China hanya ratusan dolar, paling mahal USD 500. Banyak galeri di luar China terutama Eropa dan Amerika mengakui harga murah, kualitasnya bagus.

Prospek Cerah
Dalam pengamatan Felicia, bisnis seni di Indonesia bagus, "[Karya dan Galeri]" Indonesia yg bagus banyak, koleksi saya banyak dari mana saja yg pasti saya koleksi perupa yg muda. Sejumlah karya dari China, karya teman-teman Felicia yg harganya tdk mahal dibelinya utk mendukung seniman muda. Hal tsb ditirunya dari sejumlah kolektor di China utk mendukung sekolah seni mereka.
Felicia mengakui saat ini koleksinya berkisar 50 lukisan. "Kebanyakan seniman yg dipamerkan di galeri ini saya koleksi juga. "Felicia juga mengoleksi karya old master seperti Lee Man Fong. Old Master tolok ukurnya sdh pasti." Dalam peresmian Fang galery, beberapa waktu lalu dipamerkan karya empat seniman China a.l Hie Jun, Tie Ying. Ji Dachun dan Wang Diandong, keempatnya dipamerkan sampai 30 September. Felicia lewat Fang Galery bertujuan utk mempresantasikan karya yg inovatif, mengekspos sifat, keberagaman budaya kontenporer dan melakukan pendekatan baru dlm seni rupa kontemporer.
Dia tdk sebatas pd seni lukis karena fokus pd seni kontemporer, Fang Gallery menerima juga patung, fotograpy, video, dan media baru. "Sebagai Gallery seni swasta dan konsultasi, kami berkomitmen utk mempromosikan baik seniman muda maupun senior dari Indonesia dan China ke khalayak luas," katanya.
Melalui pengalaman Fang Gallery di pasar sekunder seni kontemporer, pihaknya menyediakan saran ahli dan komprehensif terhadap akuisisi karya seni bagi perusahaan-perusahaan dan kolektor pribadi. Felicia yg berpengalaman di balai lelang mengatakan bahwa kadang-kadang dlm lelang itu banyak faktor. "Kalau ketemu ada yg suka banget dgn satu karya seni, berapa pun dikejar. Ini faktor yg menarik dari art, barometernya ada tapi utk setiap orang berbeda.
Bagaimana dgn konsultasi seni? Sekarang orang mengoleksi karya seni tak hanya suka lalu beli. Yg dinamakan investasi misalnya karya senilai USD 50.000 hingg 100.000 utk kolektor tertentu.[-O-]

Kamis, 23 September 2010

Kapan Penyiksaan Terhadap Anak-Anak Akan Dihentikan?

Tidak ada yg bisa mencegah ketika Budi Kusmanto (26) tiba-tiba menghajar keponakannya yg masih berusia dua tahun, Anita, dgn balok kayu, Rabu (25/6). Anita, balita malang ini, langsung terkulai. Punggungnya tampak terluka parah akibat digebuk menggunakan balok kayu sepanjang 60 sentimeter sebanyak sembilan kali.
Usaha ibunya, Ny Erna, utk segera membawa anaknya ke RS daerah Pasar Rebo, Jaktim, tak membuahkan hasil. Bayi itu melepaskan nafasnya yg terakhir, tak lama setelah tiba di rumah sakit.
Tatkala ditanya wartawan, Budi menyebutkan bahwa ia memukul keponakannya karena iri, gara-gara ibunya, Ny Nana (nenek Anita), serta saudara-saudaranya, termasuk Ny Erna, lebih memanjakan Anita. tdk terima kenyataan itu, pengangguran lulusan SMU itu menghajar Anita. Tewasnya Anita, bocah berumur dua tahun, warga gang Mawar, Psr minggu, Jaksel, menambah panjang daftar kasus pembunuhan anak di Jakarta dan sekitarnya.
Utk kesekian kalinya masyarakat tersentak akan sebuah kenyataan bahwa dari hari ke hari, tewasnya anak akibat kekerasan, baik oleh orang dewasa maupun oleh teman bermainnya dalam kasus-kasus tertentu, terus terjadi.
Pengakuan Budi bahwa ia merasa lega setelah Anita terbunuh karena "pesaingnya" telah tiada benar-benar menggetarkan seluruh pilar perasaan. Anita yg sehari-hari ceria dan seharusnya masih menikmati indahnya masa anak-anak kini telah tiada. Ia bukan hanya kehilangan masa anak-anak, tetapi telah kehilangan hak hidupnya.
Polisi kini sdg menyelidiki dugaan bahwa Budi menderita gangguan psikis, yg pd akhirnya membuatnya tega menganiaya keponakan. Kepala Polsek Metro Psr Minggu, Komisaris Didik akan memastikan kondisi kesehatan Budi dgn meminta bantuan psikolog. "Sedang diupayakan ke sana. Saat ini sdg dalam proses. Kami harus hati-hati utk menentukan bagaimana kondisi psikis seorang tersangka, ujarnya.
Menurut catatan Z Post, kasusu Anita setidaknya menjadi indikasi bahwa masalah pengangguran yg bermuara pd persoalan ekonomi, berpotensi menjadi salah satu sebab penganiayaan terhdp anak, yg berujung pd kematian.
Budi, yg setelah lulus SMA tak meneruskan ke bangku kuliah, menjadi pengangguran karena kalah bersaing dgn pencari kerja lainnya. Ia merasa tersisih karena tdk produktif.

JIKA diurut-urut, cukup panjang daftar peristiwa penganiayaan terhadap anak kecil yg tak berdaya. Diantaranya terjadi pd 10 Mei 2003. Bayu Setiawan, yg belum genap tiga tahun, ditemukan tewas di gubuk orang tuanya di tepi kali Sekretaris, Kedoya, Jakbar. Tubuh korban penuh luka dan bekas sundutan rokok. Polisi menduga Bayu tewas setelah dianiaya Jumiati, ibu tirinya.
Ayah kandung Bayu, Bejo, kpd Polisi mengatakan bahwa terakhir kali Bayu bersama istrinya. Bejo juga mengaku, ia dan istrinya sering terlibat cekcok. karena masalah ekonomi sebab penghasilannya sebagai pemulung tidak menentu.
Djalul Pinan (25), termasuk diantara pria yg suka melakukan kekerasan. Ia tega mendorong kencang ayunan bayinya hingga bayi itu jatuh membentur lantai. Tindakan ini ia lakukan hanya karena tdk tahan mendengar bayinya,, Rizki Djalul, terus menangis.

Kekejaman yg sama dilakukan Suheri (27) pd tanggal 14 April. Suheri diduga menganiaya hingga tewas anak tirinya, Fadilah (4). Penganiayaan terjadi di Bedeng Suheri di kampung Velbak, Pendongkelan, dekat persimpangan Coca Cola, kelapa Gading, Jakut.

Kejahatan atas Fadilah terungkap setelah pihak Rumah Sakit Islam Cempaka Putih menolak permintaan Suheri utk memberi keterangan bahwa korban meninggal akibat jatuh dari tangga. Pasalnya, korban yg sdh meninggal ketika tiba di RS itu tdk menunjukkan luka-luka orang yg jatuh dari ketinggian. Sebaliknya ditubuh korban terdpt luka memar dan bengkak, yakni di kepala belakang, perut, dan punggung. itu bukan kerena jatuh, tetapi karena pukulan benda tumpul.

APAKAH yg menyebabkan pria dan wanita dewasa demikian mudah melakukan kekerasan pd anak-anak kecil? yayat Supriatna, ahli tata kota, menyebutkan, sebagian warga Jakarta stress oleh pekerjaan, kehidupan ekonomi yg sulit, atau keadaan sekitar yg sangat menghimpit perasaan.
Fakta lain ialah, kepadatan Jakarta, yg menurut Gubernur DKI mencapai 14.000 penduduk per kilometer persegi, pd akhirnya membuat persaingan antar penduduk demikian sengit. Bahkan di daerah tertentu, seperti Tambora, Jakbar, dan Senen, Jakpus, kepadatan itu mencapai 20.000 penduduk per km persegi. Bagi mereka yg berkemampuan tentu tak masalah karena dpt memenangkannya.
Namun, bagi yg tak mampu, apakah itu karena betul-betul tdk mampu atau tdk berkesempatan karena tak punya biaya, mereka akan tersisih, termarjinalkan oleh keadaan yg menghimpit. Jika perasaan kalah dan terpinggirkan ini tak segera teratasi, dmpaknya bisa panjang karena akan menjadi gumpalan kekesalan seperti dialami Budi Kusnanto.
Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Seto Mulyadi menyebutkan, dari pemantauan dan percakapan dgn banyak orang tua, ia menduga 50-6- persen orang tua melakukan kekerasan terhadap anak (child abuse)
Bentuk kekerasan yg paling sering, seperti kata-kata kasar (bodoh, kamu besok tidak akan menjadi apa-apa) sampai jeweran dan pukulan. "Ini sangat memprihatinkan," katanya, dalam sebuah kesempatan.
Pandangan Yayat Supriatna dan seto Mulyadi tentu benar. Akan tetapi, jalan keluar utk memecahkan masalah ini tentu mutlak dilakukan. Kekerasan atas sesama manusia amat terlarang, apa lagi terhadap anak kecil yg tdk berdaya. Repotnya, tdk banyak diantara kita yg memikirkan terobosan utk menghentikan semua bentuk kekerasan terhadap anak-anak. Tidak banyak yg memikirkan regulasi yg yg riil dan aplikatif utk segera menumpas segala bentuk kekerasan tsb.
Daftar anak-anak kecil, yg menjadi korban kebuasan orang dewasa sdh terlampau panjang. Masih perlukah diperpanjang lagi? Kapan penyiksaan terhadap anak dihentikan? Orang tua atau orang dewasa, digambarkan sastrawan besar Khalil Gibran sbg busur dan anak-anak itu adalah panah.[-O-]

Ibu Tiga Anak Bakar Diri

Nurhayati (30), warga kampung Pulo Asem RT 07 RW 08 Desa Babelan Kota, Babelan, Kabupaten Bekasi, nekat membakar dirinya sendiri kerena kesal terhadap suami, Nesan (30), Sabtu (29/5) siang. Ibu tiga anak itu diduga kesal karena suaminya tidak mau mengantarkan dirinya memeriksakan diri ke bidan beberapa hari lalu utk memasang alat kontrasepsi baru.
Upaya bunuh diri itu dilakukan Nurhati saat suaminya tdk di rumah. Saat itu Nesan sedang menjaga warung milik orang tuanya yg menjual sembako yg jaraknya tdk terlalu jauh dari rumahnya. Korban mengunci diri di dalam kamar tidur lalu membakar dirinya.
Percobaan bunuh diri itu dapat digagalkan karena suami kaget saat melihat asap yg mengepul dari rumahnya. Ia mengira rumahnya kebakaran dan bergegas pulang utk menyelamatkan anak-anaknya yg sedang menonton televisi.
Nesan kaget mendengar suara istrinya yg menjerit dari dalam kamar. Namun, saat hendak menolong, pintu tdk bisa dibuka karena dikunci dari dalam. Ketika pintu didobrak dgn paksa, sekujur tubuh istrinya sudah penuh dgn nyala api. Nesan berusaha memadamkan api. Nurhayatipun segera dilarikan ke rumah sakit Umum Bekasi. Karena luka bakar yg diderita Nurhayati cukup serius, dokter menganjurkan korban dirawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
”Saya belum tahu mengapa dia sampai mau bakar diri segala. Memang dia beberapa hari ini sempat marah karena saya tdk mau mengantarnya ke bidan rabu lalu. Saya tdk tahu apa karena itu dia berbuat nekat,” kata Nesan yg sudah berumah tangga dgn korban selama 15 tahun.
Menurut Nesan, pd Rabu lalu istrinya memang minta diantarkan ke Bidan. Pasalnya, batas waktu suntikan KB berakhir hari itu. Karena sangat lelah sehabis bekerja di sawah, Nesan menolak dan meminta ke bidan agar esok hari saja.[-O-]

Senin, 20 September 2010

Nasib Nirmala, Imbas Kemiskinan NTT

Nama Nirmala Bonat (19) tiba-tiba mencuat menghiasi ruang media massa cetak dan elektronik, baik di Indonesia, negri kelahirannya, maupun di Malaysia, tempat dia mengadu nasib. Nirmala, gadis kelahiran Tuapakas, Kualin, Timor Tengah Selatan, NTT, menjadi "terkenal" justru karena menjadi korban kekejian majikannya.
Tidak pernah dikira oleh Martha Toni, ibu kandung Nirmala, bahwa anaknya itu disiksa secara kejam. Peristiwa yg dilami Nirmala, secara langsung atau tidak memotret kembali kondisi riil tanah kelahirannya yg terpencil, miskin dan tertinggal di ujung jarak 165 kilometer dari Kupang. Desa itu hanya dapat dijangkau dgn sepedamotor atau mobil gardan ganda. Tidak bakal ada bus atau angkutan desa reguler ke Tuapakas.
Lebih banyak orang berjalan kaki ke desa ini. John Salukh, staf dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi NTT, dan beberapa rekan dari PT Kurnia Bina Rizki Kupang, perusahaan yg mengirim Nirmala ke Malaysia, mesti berjalan kaki 8 km setelah mobil yg mereka tumpangi tak sanggup melintas jalan berbatu di bukit terjal Tuapakas.
Tuapakas terletak di sebuah bukit dgn dataran luas. Desa ini dikepung deretan perbukitan dgn alam yg hijau. Di datarannya tumbuh ribuan pohon kelapa dan pohon buah-buahan lain seperti mangga. Tetapi hidup rakyatnya sangat miskin dan amat sulit selama musim kemarau berlangsung April-November.
Hidup warga di Tuapakas lebih banyak mengandalkan hasil pertanian lahan kering seperti jagung, singkong, dan umbi-umbian, serta usaha ternak ayam, babi, dan sapi. Mantan kepala desa Tuapakas Daniel Bire yg juga paman Nirmala Bonat mengisahkan kesulitan pangan yg sering dialami warga.
Di desa inilah Nirmala lahir dari rahim Martha Toni, buah cintanya dgn Daniel Bonat 27 Agustus 1984.
Daniel meninggalkan Martha dan kawin lagi saat Nirmala masih bayi. Didorong kesulitan hidup, saat Nirmala berusia sekitar enam tahun, Martha kawin dgn Leo Thomas.
Sama seperti Daniel Bonat, Leo Thomaspun pergi meninggalkan Martha yg kala itu sedang hamil tua. Bayi yg kemudian terlahir sebagai adik tiri Nirmala itu diberi nama Vita Leo (12).

”Kondisi ekonomi yg sulit dan tidak pasti itulah yg mendorong banyak warga Tuapakas merantau ke luar, termasuk Nirmala ini,” kata Daniel Bire, sesaat sebelum meninggalkan Kupang menuju Jakarta Selasa (25/5), untuk seterusnya hari Rabu menuju Kuala Lumpur menemani Martha menjenguk Nirmala.

Nasib Nirmala da kondisi Tuapakas sebenarnya merefleksikan sebuah persoalan besar di belakangnya, akar permasalahan NTT, yakni kemiskinan dan jauhnya hiruk pikuk pembangunan desa.

Meski penanggulangan kemiskinan di NTT sudah dilaksanakan sejak era Orde Baru, masalah itu tidak pernah surut dari provinsi berpenduduk 4.110.929 jiwa in (februari 2004). Kini 30,74 persen penduduknya hidup di bawah garis kemiskinan.

Sebanyak 77,8 persen penduduknya masih berpendidikan SD. Penduduk yg buta huruf, 13,28 persen dari penduduk usia sekolah,3.007.510 orang. Tingkat kematian ibu hamil tinggi, yakni 550 ibu hamil mati di antara 100.000 kelahiran, dan 50 bayi mati di antara 1.000 kelahiran.

Status gizi buruk dan kurang gizi balitapun masih tinggi, 35,5 persen. Di antara 100.000 penduduk hanya ada tujuh dokter, tetapi dokter hanya ada di kota kecamatan dan jumlahnya sangat terbatas karena mereka terkonsentrasi di kota kabupaten dan provinsi.

Di bidang ekonomi sampai dgn tahun 2003, sektor pertanian/primer membentuk 43,60 persen produk domestik regional bruto. Tingkat pendapatan perkapita baru sekitar Rp.2,2 juta pertahun atau sekitar Rp.3.500 sampai Rp.5.000 per hari. Disaat realisasi investasi sangat rendah, pemerintah daerah mengenjot pajak dan retribusi terhadap warga.
Akibatnya, seperti yg dilukiskan pemerhati masalah pembangunan lokal NTT Dr Fred Benu dari Universitas Nusa Cendana, kemiskinan menjadi begitu kental. Umumnya msyarakat miskin tak mampu memenuhi kebutuhan dasar pangan/gizi, sandang papan, pendidikan dan kesehatan.
Ditambah dgn sumber daya alam yg terbatas, daerah yg tandus dan gersang, membuat tingkat kemiskinan makin tinggi di NTT. Tetapi, sebenarnya bukan itu masalahnya, seperti diakui ketua Bapeda NTT Piet J Nuwa Wea dihadapan peserta rapat kerja dgn Badan-Badan PBB di Kupang, pertengahan Mei ini.
Kata Piet Nuwa Wea, masyarakat NTT, termasuk kalangan pejabatnya, selalu mengambing hitamkan keadan alam yg gersang dan tandus sbg penyebab kemiskinan Dia membandingkan dgn sejumlah daerah yg tandus di Jawa, namun masyarakatnya sangat maju di bidang industri pengolahan hasil pertanian.
NTT sebenarnya memiliki potensi besar dibidang peternakan, perikanan dan pariwisata, serta industri rumah tangga. tapi sekitar 4,5 Triliun dana yg mengalir ke NTT setiap tahunnya tdk sanggup menyejahterakan rakyat. Program pengentasan kemiskinan masih sangat parsial dan sarat praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
Blasius Udak dari Yayasan Peduli Sesama, yg selama ini kritis dan keras melakukan advokasi terhadap rakyat yg terkena dampak praktik KKN dan ketimpangan pembangunan di NTT, menjelaskan, kemiskinan di NTT disebabkan oleh korupsi. Sekitar 60 persen dana utk penduduk miskin tdk menetes kesasarannya.
ingat kasus rumpon di belu yg menelan Rp 4,3 miliar? Sekitar Rp 2,4 miliarnya tdk sampai ke sasaran alias disalah-gunakan (korupsi). Demikian juga kasus rumpon di kupang yg menelan Rp. 3,8 miliar, sekitar Rp 1 miliar menguap.
Di tengah persoalan tsb, terdpt 2,83 juta jiwa penduduk NTT (April 2004) masuk dalam kategori "angkatan kerja", tapi 28 persen di antaranya hanya tamat SD.
Kepala Dinas Nakertrans NTT Ignatius Conterius mengatakan, ada persoalan besar di depan mata. Persoalan itu adalah bagaimana agar angkatan kerja tadi bisa terserap di pasar kerja lokal, regional, dan luar negri. Pasar kerja lokal yg tersedia hanya di sektor pertanian yg "morat-marit". Pasar kerja lokal yg "basah" tdk bisa menyerap tenaga kerja tamatan SD. Conterius menjelaskan, hanya pasar kerja luar negri seperti Malaysia (utk perkebunan sawit dan karet) yg menyerap tenaga kerja tamatan SD atau tanpa skill (keahlian khusus), termasuk utk pembantu rumah tangga. Pencari kerja tamatan SMP/A di NTT pun tdk memiliki keahlian khusus atau spesialisasi tertentu.
Meski demikian, kata Conterius, pencari kerja yg tamat SD dan SMP lebih berpeluang mendapat kerja di luar negri (Malaysia) sbg buruh kasar dgn gaji antara Rp. 1 juta sampai 1,5 juta per bulan, dibandingkan dgn pasar kerja lokal dan regional. Itu sebabnya, saat ini NTT telah mengirim 5.877 TKI, terbanyak (5.646 org) di Malaysia, termasuk Nirmala Bonat.

Nirmala diberangkatkan oleh PT Kurnia Insan Rizki cabang Kupang per 26 Juni 2003, seperti dilaporkan Balai Pelayanan dan Penempatan TKI di Kupang, bersama 26 rekannya. Semuanya bertekad mengais ringgit, ingin hidup lbh baik, namun nasib Nirmala sangat buruk.

Sebenarnya data jumlah TKI asal NTT tadi hasil pengiriman secara resmi melalui PJTKI yg beroperasi resmi pula. Conterius mengaku, hampir setiap pekan ada saja TKI ilegal yg pergi keluar dari NTT menuju Malaysia, dan saat ini jumlahnya jauh lebih besar dari TKI resmi.[-O-]