Minggu, 18 Juli 2010

1500 Akta Kelahiran Akan Dibagikan Secara Gratis

Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Jakarta Utara akan membagikan 1500 akta kelahiran secara gratis kepada semua warga miskin di Jakarta Utara. Namun, utk mendapatkan itu, warga tetap harus memenuhi syarat dan ketentuan yg berlaku.
"Syarat tsb utk menghindari konflik hukum dikemudian hari nanti," kata Edison Sianturi, Kepala Sudin Dukcapil, Jakut, Sabtu (27/3).
Warga miskin yg biasa dibuatkan akta kelahiran gratis ini adalah warga kelahian Jakarta. Dia harus menyertakan surat kenal lahir dari bidan atau rumah sakit, akta nikah orang tua, kartu keluarga, identitas orang tua, dan ada dua saksi yg menyaksikan pembuatan akta kelahiran tsb.
"Prinsipnya, setiap anak berhak mendapatkan akta kelahiran. Apabila ada anak yg tdk diketahui orang tuanya, dia bisa meminta surat dari polisi. Jika orang tua tidak mempunyai surat nikah, orang yg membantu kelahiran menjadi sangat penting karena dia yg bisa mengatakan anak ini anak siapa," kata Edison seusai meninjau pembuatan KTP keliling di RW 012Penjaringan Jakut.
Edison mengatakan, segala kendala yg mungkin muncul berkaitan dgn legalitas harus diperiksa satu per satu. "Kami akan membantu asalkan jujur dan tdk memanfaatkan program ini secara tdk benar,"ujar Edison.
Warga yg lahir sebelum tahun 2007 akan langsung mendapatkan akta kelahiran jika syarat2 yg ditentukan dipenuhi. Akan tetapi, warga yg lahir setelah tahun 2007, proses pembuatan akta kelahiran tetap harus melalui sidang di pengadilan.
Peraturan ini berdasarkan UU No 23 tahun 2006. Jika pengurusan akta terlambat selama satu tahun, pemohon terancam denda Rp 1 juta. "Kalau soal ini, saya tdk bisa ikut campur karena hakim yg akan menentukan. Tetapi, kalau terlambatnya kurang dari satu tahun, bisa langsung saya bantu pembuatannya," katanya.
Saat ini, Sudin Dukcapil Jakut telah membagikan 240 akta kelahiran secara gratis. Dalam waktu dekat akan, akan dibagikan lagi 40 akta bagi warga Kelurahan Tugu Utara.[-O-]

Kamis, 15 Juli 2010

SAMSUNG Berupaya Kuasai Pasar

PT Samsung Elektronik Indonesia (SEIN) optimistis akan menguasai pasar lebih besar ketimbang tahun sebelumnya sejalan dgn makin membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional.
Direktur pemasaran PT SEIN Stefanus Indraya mengemukakan target ekonomi Indonesia pada 2007 sebesar 6,3 % dari pada tahun ini 5,9% akan memicu Samsung untuk meraih pasar lebih besar lagi.
"Meskipun banyak kompetitor industri elektronik lainnya juga berusaha merebut pasar itu, merek Samsung yg sdh melekat di masyarakat akan lebih cepat meraih pasar," tegasnya di Jakarta, kemarin.
Industri elektronik di dalam negri, lanjut stefanus, akan tumbuh dgn baik, seiiring dgn makin tumbuhnya sektor riil dan maikn membaiknya penyerapan APBN yg didukung masuknya investor asing ke dalam negri.
Karena itu, ujarnya, Samsung mempersiapkan diri untuk bisa berkompetisi lebih ketat utk bisa merebut pasar tsb, karena Indonesia masih merupakan pasar potensial yg harus dilakukan lebih baik.
"Apa lagi industri elektronik di Singapura dan Hongkong tubuh lebih yg berimbas ke pasar domestik, sehingga memicu pasar elektronik Indonesia tumbuh dgn baik," ujarnya.
Samsung menargetkan TV LCD timbuh sebesar 42% dan TV flat 35%, telepon selular kelas atas tumbuh 15%, dan kelas bawah 25%.
Dalam pemasaran handphone, Samsung akan lebih fokus ke masyarakat kelas atas yg pasarnya memang tidak besar, namun aksi beli mereka tetap tinggi ketimbang konsumen kelas bawah meski pasarnya besar.
Mengenai pendingin udara (AC), Stefanus mengatakan, pasarnya kemungkinan akan berkurang melihat kebutuhan akan listrik masyarakat Indonesia cukup besar sehingga sering terjadi gangguan atau pemadaman listrik.[-O-]

Rabu, 14 Juli 2010

ANCOL, Ecopark dan Keanekaragaman Hayati

Kalau menyebut Taman Impian Jaya Ancol, umumnya publik akan menyebutnya sebagai taman impian yg nyaman,lengkap, kreatif dan inspiratif. Tidak banyak yg membayangkan bahwa inilah taman impian, atau taman rekreasi publik terbanyak keempat pengunjungnya di dunia, setelah Disneylan Orlando, Disneyland Tokyo dan Disneyland Anaheim. Di Asia, areal Taman Impian Jaya Ancol terluas, dan terhijau.
Tidak banyak pula yg membayangkan bahwa dgn membayar rupiah relatif murah, warga dapat menikmati Ancol yg luasnya mencapai 500 hektar. Tdk banyak yg menduga Ancol mampu berkembang pesat di tengah munculnya ikon-ikon baru taman hiburan dunia. Di beberapa kota Asia muncul Disneyland, dan Universal Studio, tatapi toh Ancol tetap Survive dan keren.
Di Singapura, bahkan muncul Universal Studio yg sangat inspiratif dan taman-taman bermain yg ekstra spektakuler, tetapi Ancol tetap tegak. Belakangan, taman impian yg dibidani Soekarno, Ali Sadikin, dan Ciputra ini menjadi slah satu ikon dunia yg paling atrakrif. Menarik mengetahui apa yg dikerjakan Ancol sehingga mampu bertahan di domain dunia.
Budi Karya, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol hari Selasa (23/2) menyatakan, kompetisi di panggung rekreasi atau hiburan memang terasa makinkeras dan dahsyat. Bukan saja kota-kota di dalam negri membangun sentra rekreasi yg keren, tetapi negri-negri tetangga Indonesia pun sungguh rajin membangun panggung rekreasi baru.

Persaingan yg demikian hebat ini tak ayal pasti menghadirkan korban. Siapa yg lemah, dan malas mengerjakan pekerjaan rumahnya, pasti akan tersapu ombak persaingan yg amat kejam.

Maka, tutur Budi, utk terus berada di wilayah elit dunia, sebuah usaha mutlak membutuhkan inovasi dan kreativitas tanpa henti. Kalau inovasi dan kreativitas tdk dipacu, perusahaan akan berjalan di tempat, dan bahkan terancam tergerus kompetiter. Produk yg dihasilkan harus imajiner atau inspiratif. Utk merengkuh taraf ini, para pengelolanya harus memiliki visi sangat jauh ke depan. Tim yg bekerja harus sangat kompak.

Budi Karya menututurkan, di masa ini seluruh dunia berteriak tentang pemanasan global. Seluruh warga sejagat pusing oleh badai salju, banjir yg tanpa ampun menghantam apa saja atau longsor yg suka menggerus rumah penduduk. Warga seduniapun sibuk mengkhawatirkan tentang makin cepatnya proses hutan menjadi gurun. Di antaranya atas dasar inilah, tahun 2010 ini Ancol menambah wahana rekreasi baru, yakni Ecopark dgn penekanan pd keanekaragaman hayati.

Taman ini, seluas 33,6 hektar, akan mulai dibangun pd akhir Februari 2010, direncanakan akan ditandai dgn penanaman pohon bersama 500 orang siswa-siswi dari 10 sekolah Dasar dan sekolah rakyat di kawasan penyangga Ancol, yakni kelurahan Ancol Barat dan Pademangan. Ancol menyiapkan pohon-pohon langka utk ditanami, misalnya pohon Bodhi yg diketahui mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan manusia.

Praktis, kata Budi Karya, Ecopark merupakan salah satu wujud konsistensi pemberdayaan lingkungan menuju cita-cita Ancol Green Company.

Kadept Corporate Plan PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk Kiky Da Gomez menambahkan, pembangunan Ancol Ecopark ini dilatar belakangi upaya memberikan dan dan mengoptimalkan penggunaan ruang hijau terbuka yg ada di dalam areal Ancol Taman Impian utk dapat dinikmati seluruh pengunjung Ancol.

Budi Karya mengatakan, tahun lalu, Ancol dikunjungi 14 juta lebih wisatawan. Ke depan, 10 tahun mendatang, Ancol menargetkan dikunjungi 20 juta penumpang. Target ini diyakini akan tercapai karena perusahaan ini tidak pernah berhenti melakukan diferensiasi, inovasi dan kreasi yg inspiratif.[-O-]


Minggu, 11 Juli 2010

Petualangan KRI Dewaruci

Cerita ttg petualangan di laut selalu mendebarkan. Cerita Sinbad dan Pirates of the Caribean menggambarkan bagaimana manusia bergulat dgn misteri dan kekuatan laut. Tokoh-tokoh seperti Sinbad dan Jack Sparrow serta kapal The Flying Dutcmen dan The Black Pearl begitu akrab sebagai refrensi kita tentang kapal-kapal yg akrab dgn samudera.
Kita sering lupa, kita punya KRI Dewaruci kapal layar jenis Arqoentine bertiang tiga yg sejak dibuat pd 1952 telah mengarungi berbagai lautan dan samudra membawa nama Indonesia. Dilihat dari riwayat hidupnya, KRI Dewaruci sejak 1961 telah membawa bendera Merah Putih hingga ke Australia, tahun 1964 keliling dunia melewati Terusan Suez, lalu Mediterania, Samudra Atlantik, New York, Terusan Panama, dan Samudra Pasifik, serta pada 2010 ini, KRI Dewaruci tengah melaksanakan misinya menuju India-Turki-Spanyol-Perancis-Belgia-Inggris-Belanda-Italia.
Kapal milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNIAL) ini berukuran relatif kecil dgn panjang tidak sampai 50 meter dan lebar tidak sampai 10 meter. Namun, ia selalu mengundang decak kagum, baik dari para pelaut maupun masyarakat umum yg disinggahinya.
KRI Dewaruci menjadi saksi puluhan tahun bagaimana para taruna AL dibentuk mentalnya. Tidak hanya kejenuhan yg tak terhingga saat harus berminggu-minggu tdk bertemu di daratan, tetapi juga pekerjaan yg menjemukan yg diisi dgn mengecat kapal agar tidak berkarat, membersihkan karat, menyiram air agar kayu tidak pecah. Itu baru pekerjaan rutin.
Belum lagi para kru kapal ini harus berhadapan dgn alam, mulai dari suhu yg sangat dingin sehingga mandi seperti dgn air es atau matahari gurun yg menyengat. Tantangan utama datang saat ombak besar menghempas. Sementara kapal perang lain hadir dgn mesin yg berkekuatan besar, KRI Dewaruci yg memiliki mesin baling-baling satu berdaun empat ini kebanyakan mengandalkan angin.
"Semua taruna AL, termasuk petinggi-petingginya, pasti pernah naik KRI Dewaruci. Ini seperti Kawah Candradimuka," ujar kepala Dinas Penerangan TNI AL Kolonel Laut (P) Herry Setianegara.

PENSIUN
Sebentar lg, KRI Dewaruci akan pensiun. Telah lebih dari 57 tahun kapal perang ini.mengabdi.[-O-].

Sabtu, 10 Juli 2010

Angin Kencang

HUJAN deras dibarengi tiupan angin kencang melanda Jakarta dan sekitarnya akhir-akhir ini. BMG menyebut badai semacam ini sebagai gejala alam biasa yg hampir selalu menandai pergantian dari musim penghujan menjelang musim panas.

Diperkirakan masa transisi cuaca seperti ini akan berlangsung antara dua sampai tiga minggu.. Gejala alam seperti ini sebenarnya juga tak hanya terjadi di jakarta, namun melanda wilayah-wilayah lain.

Di Jakarta, menjamurnya papan reklame, minimnya perawatan pohon-pohon tua, mengharuskan kita semua melakukan antisipasi terhadap kemungkinan benca. Berdirinya puluhan gedung bertingkat yg seolah berebut lahan di kawasan Thamrin, Sudirman, dan Kuningan, misalnya, telah terbukti meningkatkan kecepatan angin di tempat itu. Terlebih lg disaat pergantian musim seperti sekarsng. Karenanya, harus diwaspadai kemungkinan robohnya papan reklame yg sebagian besar berukuran ekstra besar.

Pengecekan konstruksi tak cuma dilakukan ketika pengelola mengajukan izin pemasangan. Sebaiknya secara periodik juga dilakukan pengawasan dan pemeliharaan konstruksi, baik oleh perusahaan pengelola maupun pemerintah DKI Jakarta.

Perawatan yg baik juga perlu dilakukan terhadap pohon -pohon besar yg selama ini telah "berjasa" berfungsi sebagai bagian dari paru-pari ibukota. Perda utk mengatur hal itu sdh ada, dana juga sdh dianggarkan. Yang dibutuhkan sesungguhnya lebih pd soal konsistensi pelaksanaan tugas, termasuk merespons informasi atau keluhan yg disampaikan masyarakat.[-O-]

Senin, 05 Juli 2010

Sosok Sederhana yg Terus Berusaha Memberikan yg Terbaik.

Profil :

Rusmanto, SE, MM

Manajer Fasilitas & Keamanan PT Indonesia Power



Dalam kehidupan masyarakat Jakarta yg kompleks ini, kesederhanaan bisa jadi merupakan barang yg langka dan sulit ditemui. Tapi tidak dengan Rusmanto, Manajer Fasilitas & Keamanan PT Indonesia Power (IP). Baginya kesederhanaan adalah hal mutlak yg selalu dia jalankan dalam melakoni pekerjaan maupun keluarga. “Ayah dan ibu saya mengajarkan, agar dalam hidup ini kita sederhana saja. Kalau orang sederhana, dia tidak akan terlalu muluk-muluk. Yang ada sudah cukup disyukuri,”katanya.

Boleh jadi Rusmanto masih memegang teguh, bahwa kesederhanaan adalah hal yang paling utama dalam hidupnya. Tapi jika menengok prestasi Rusmanto di PT IP, tahulah kita bahwa pria santun dengan nada bicara pelan ini memiliki prestasi yg tak bisa dikatakan sederhana. Bertepatan dengan hari ulang tahun IP yg ke 13, pada 3 Oktober lalu, Rusmanto mendapat anugrah sebagai Manajer pilihan 2008 tingkat kantor pusat. Ini jelas bukan prestasi yg sederhana. Sebab dengan terpilih menjadi Manajer pilihan, tentu Rusmanto telah menunjukkan prestasi kerja yg tergolong cemerlang alias tidak sederhana.

Tapi Rusmanto sepertinya memang bukan sosok yg gampang keluar dari jalur kesederhanaannya dalam melihat dan menjalani semua hal. Buktinya pria kelahiran 15 Agustus 1958 ini, tetap melihat keberhasilannya meraih anugerah tersebut bukan sebagai satu hal yg lalu membuat dirinya “lupa diri”. Dia melihat anugerah tersebut sebagai hal yg patut disyukuri, namun juga sebagai pesan untuk mengemban beban moril agar tetap dan terus melakukan introspeksi dalam melakukan pekerjaan. “Saya tidak terlena. Tapi saya justru berusaha untuk tetap menjadi lebih baik ke depan nanti,” katanya.

Bapak tiga anak yg pertama kali menjejakkan kakinya di dunia kelistrikan pada tahun 1980 ini, memang selalu berusaha terus memperbaiki diri dalam menjalani kehidupan karirnya. Selulus dari STM Negri II Solo, awalnya Rusmanto berniat mengikuti jalur sang ayah menjadi anggota militer. Tapi kemudian pria beristrikan Sri Nurhayati (43 tahun) ini, banting stir masuk PT PLN (Persero). “Karena saya melihat peluang karir yg lebih besar,” katanya. Karir pertamanya di PLN adalah sebagai Pengawas Lapangan di PLN Proyek Pembangkit Hidro Jawa Tengah. Lalu tahun 1988, pria penggemar olah raga tenis ini dilimpahkan ke Pembangkitan dan ditempatkan di PLN Mrica sebagai Operator.

Selama 28 tahun menekuni dunia kelistrikan, bisa dikatakan Rusmanto telah menjalani karir lintas bidang. “Saya sempat menjadi asisten Kepala jaga. Kemudian Kepala Perencanaan urusan operasi, lalu asisten Power Trading, Supervisor senior anggaran, Supervisor Senior Pemeliharaan Fasilitas di kantor Pusat. Sampai tiga tahun lalu diangkat menjadi Manajer Fasilitas dan Keamanan,” katanya. Meski begitu Rusmanto tak pernah mengeluh. Baginya justru sebuah tantangan untuk selalu siap dan bisa menjalankan semua tugas yg diberikan kepadanya. “Karena itu saya tetap harus belajar. Saya ingin pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik,” katanya.

Rusmanto serius menjalankan kata-katanya di atas. Seiring dengan perjalanan karirnya di dunia kelistrikan, dia tak pernah berhenti menambah ilmu dengan melanjutkan pendidikannya hingga tingkat S2. Tingkat sarjana berhasil ditempuhnya tahun 1987-1993. Sembilan tahun setelah itu, dia melanjutkan studi S2 di Universitas STIE Trianandra Jakarta. Itu semua dilakukan, tak lain sebagai bagian dari keinginannya untuk terus menjadi lebih baik dalam memberikan kontribusi dalam pekerjaannya. “Saya ingin memberikan kontribusi lebih baik setiap tahun. Saya ingin punya arti dalam lingkungan saya,” katanya.

Semua itu dia jalani dengan kesungguhan dan ketulusan hati tentunya. Karena Rusmanto tergolong orang yg melihat pekerjaan sebagai amanah untuk bisa dikerjakan dengan baik dan maksimal. “Agar hasilnya bermanfaat, disetiap mulai kerja harus diniatkan untuk ibadah,” katanya. Dengan semua filosofi kerja itu, tak heran jika Rusmanto merasa sangatkerasan di IP. Apalagi dia juga merasa selalu mendapat dukungan dari keluarga, teman-teman maupun pimpinan. Selain itu, dia merasa bahwa semua kontribusinya terhadap IP juga berbuah manis : dapat menyekolahkan anak-anaknya ke jenjang pendidikan tinggi. Karena itu dirinya berharap, ke depan IP bisa makin maju sesuai visi dan misinya. [ZP]

Jumat, 02 Juli 2010

Menyoal Kebebasan

KONTROVERSI karikatur Nabi Muhammad beberapa waktu lalu dan RUU APP menimbulkan pertanyaan tentang arti kebebasan.
Ide tentang kebebasan merupakan warisan abad Pencerahan. Abad ini ditandai dgn gerakan pemikiran yg menekankan reason sebagai kekuatan yg memungkinkan manusia memahami-dan mengendalikan-dunia. Kemjuan masyarakat diyakini tergantung pengetahuan yg berasas nasionalitas lewat jalan logika maupun observasi. Radikalisme melahirkan ekspektasi budaya yg menganggap moralitas dan kebenaran harus berdasarkan reason. Ekspektasi ini menjadi inspirasi utama revolusi Amerika (1776) dan Perancis (1789) yg menghancurkan otoritas agama dan tradisi, melahirkan cikal bakal demokrasi.
Sejak lama reason dan human agency dipersoalkan. Pertanyaannya, apakah berpikir rasional merupakan fondasi utama pengetahuan dan orde sosial? Jawabannya, manusia lebih terlibat dunia sosial dan material. Reason tdk pernah terbebas dari konteks sosiohistoris, sedangkan keagenan manusia kalah penting dibanding dgn bentuk subyektifitas yg lebih tinggi, seperti ide absolut, kelas sosial, uncosciousness, languange game, difference atau hyperreality. Karena itu, kebebasan bukan sepenuhnya buah rasionalitas dan kedaulatan manusia. Kebebasan selalu subyektif, dipengaruhi sejarah dan kepentingan, sementara manusia tidak sepenuhnya otonom dan dikendalikan struktur di luar kesadarannya.
Secara khusus gagasan kebebasan berekspresi mengasumsikan manusia memiliki kesadaran yg bersifat esensial, utuh dan otonom. Kebebasan berbicara, misalnya, merupakan tanda yg merepresentasi kesadaran tertentu. Tetapi, sebenarnya berbicara lebih merdeka dari mistifikasi kesadaran. Karena harus dimediasi dgn bahasa yg memiliki logika pemberian arti pada kata atau ucapan di luar kendali manusia, seringkali manusia tdk mampu mengontrol pengertian dari apa yg ia bicarakan. Sebaliknya, manusia tunduk pada languange game. Di sini pengertian sebuah tanda tidak merunut konsep yg tertanam dalam kesadaran, tetapi tergantung konstruksi difference dan penolakan terhadap tanda lain. Dalam pengertian ini kebebasan berbicara mungkin ada, tetapi sebagian besar milik permainan bahasa tanpa batas.
Jika cara berpikir ini digunakan, upaya memperjuangkan kebebasan dalam kontroversi karikatur Nabi Muhammad menjadi problematik. Karikatur boleh dibela atas nama kebebasan. Tetapi, gambaran Nabi dan Konotasi Islam dalam gambar sulit dilihat sebagai karya yg bersumber dari kesadaran independen.
Dalam hal ini Islam sebagai terminologi marginal merupakan unsur penting proses pembentukan Barat. Tanpa Islam yg tradisional, terbelakang, dan kalah, Barat yg modern, maju, dan menang menjadi tidak logis. Di sini terminologi marginal justru mendekonstruksi identitas Barat yg hanya bisa hadir melalui proses negasi dan eksklusi.

RUU APP

Serupa dgn itu, menolak RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) demi kebebasan jadi urusan yg kompleks. Penggambaran tubuh atas nama estetika yg otonom membesar-besarkan independensi kesadaran manusia. Seringkali makna estetika gambar yg didakwa porno dapat ditemukan dalam konstruksi ”seni” sebagai identitas yg menegasi dan membedakan dirinya dari ”cabul” Adapun porno terkait penolakan dan pembedaan atas apa yg dinilai estetika dan dibela sebagai kebebasan. Karena itu, perdebatan tentang makna porno dalam RUU bukan soal beda tafsir atas nilai-nilai atau kelemahan pengetahuan bahasa.

Lalu bagaimana nasib kebebasan? Mengatakan manusia sama sekali tidak otonom mungkin berlebihan. Ironisnya, manusia memerlukan subyektivitas, minimal utk memungkinkan kendali, misalnya, difference atas kesadaran atau subyetiviasi diskursus atas tubuh. Karena itu, kebebasan menjadi wilayah manusia menegosiasi kedaulatan dgn subyetivitas lebih tinggi.

Kebebasan bukan harga mati, tetapi proses ”menjadi” yg ditandai dialog dan tawar-menawar dan hubungan kekuasaan dan upaya memperjuangkan keadilan. Gagasan tentang kebebasan jangan terjebak universalisme yg mudah dikooptasi kekuatan hegemonik seperti kapitalisme, pun jangan mau dikungkung parokialisme dan menjadi alat kepentingan politik.[-O-]